Pasalnya, biaya pernikahan bukan cuma soal gedung dan katering. Ada dekorasi, pakaian, dokumentasi, undangan, hingga berbagai kebutuhan setelah menikah yang juga perlu masuk dalam perhitungan.bis
Semakin dekat dengan hari pernikahan, semakin sedikit waktu untuk mengejar kekurangan dana. Karena itu, menentukan target biaya dan mulai menyisihkan uang sejak jauh-jauh hari bisa membuat persiapan finansial lebih terencana.
Investasi bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengembangkan dana tersebut. Namun, instrumen yang dipilih tetap perlu disesuaikan dengan kapan dana akan digunakan dan seberapa besar risiko yang sanggup ditanggung.
Kenapa Dana Nikah Perlu Disiapkan Lewat Investasi?
Menabung secara rutin memang penting. Namun, untuk target keuangan yang masih beberapa tahun lagi, investasi bisa menjadi salah satu strategi agar dana yang dikumpulkan memiliki peluang untuk berkembang.Merangkum laman Sahabat pegadaian, Sabtu, 3 Oktober 2026 berikut beberapa pilihan investasi yang bisa dipertimbangkan.
1. Emas
Emas bisa menjadi salah satu pilihan bagi investor pemula karena relatif mudah dipahami dan dapat dikumpulkan secara bertahap. Kamu bisa membeli emas secara berkala dengan nominal yang disesuaikan kemampuan, termasuk melalui layanan tabungan emas.
2. Deposito
Kalau kamu mencari instrumen dengan tenor yang sudah ditentukan, deposito bisa menjadi salah satu pilihan. Dana ditempatkan selama periode tertentu, misalnya beberapa bulan hingga satu tahun, dengan imbal hasil sesuai ketentuan produk.
Namun, perhatikan jatuh tempo deposito. Pencairan sebelum waktunya dapat memiliki ketentuan atau konsekuensi tertentu. Jadi, sesuaikan tenor dengan jadwal pembayaran kebutuhan pernikahan.
3. Reksa Dana
Reksa dana menawarkan beberapa pilihan berdasarkan aset yang dikelola, mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga saham.
Risikonya pun berbeda-beda. Kalau pernikahan tinggal sebentar lagi, instrumen dengan risiko lebih rendah bisa dipertimbangkan. Sementara jika waktu menuju pernikahan masih panjang, pilihan instrumen dapat disesuaikan kembali dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
4. Saham
Saham memiliki potensi pertumbuhan nilai, tetapi risikonya juga lebih tinggi karena harganya dapat bergerak naik turun dalam waktu singkat.
Karena dana nikah memiliki tujuan dan waktu penggunaan yang jelas, saham lebih cocok dipertimbangkan ketika jangka waktu investasinya masih cukup panjang dan kamu sudah memahami risikonya.
5. Surat Berharga Negara
Surat Berharga Negara (SBN) juga bisa menjadi alternatif untuk menyiapkan dana sesuai dengan karakteristik produk yang tersedia. SBN diterbitkan oleh pemerintah dan beberapa produk ritel menawarkan imbal hasil sesuai ketentuan masing-masing.
Sebelum membeli, perhatikan tenor, jadwal pembayaran imbal hasil, mekanisme pencairan atau perdagangan, serta periode penawarannya.
Hal ini penting supaya waktu jatuh tempo atau kebutuhan pencairan dana tidak bertabrakan dengan jadwal pembayaran pernikahan.
Jangan Lupa Pisahkan Dana Nikah dari Investasi Lain
Yang tidak kalah penting, dana untuk menikah sebaiknya memiliki target yang jelas dan tidak tercampur dengan kebutuhan investasi jangka panjang lainnya.Dengan persiapan dari jauh-jauh hari, biaya pernikahan bisa dikumpulkan secara bertahap tanpa harus membuat kondisi keuangan setelah menikah ikut terbebani.