Pada perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 80,38 poin atau 1,51 persen ke posisi 5.247,98. Pelemahan juga terjadi pada indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan, turun 10,46 poin atau 1,95 persen ke level 525,30.
Kondisi ini terjadi setelah IHSG menguat pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026. Indeks ditutup naik 49,47 poin atau 0,94 persen ke level 5.328,36, mencoba pulih setelah tekanan jual ekstrem pada pekan sebelumnya.
Namun, penguatan tersebut belum cukup untuk memastikan pasar kembali ke tren positif. Ketidakpastian terkait rencana reklasifikasi Indonesia oleh MSCI masih menjadi salah satu faktor yang membayangi kepercayaan investor dan pergerakan modal asing.
Sentimen IHSG Hari Ini
Pada riset harian yang dikeluarkan BRI Danareksa Sekuritas, Kamis, 22 Oktober 2026, pasar tengah menaurh perhatian pada hasil RDG BI yang mempertahankan BI Rate di 5,75 persen, di tengah tekanan rupiah yang mendekati Rp18.000 per USD.
"Keputusan tersebut menjaga suku bunga acuan tetap stabil, sementara penyesuaian suku bunga fasilitas simpanan menjadi 5,00 persen menjadi bagian dari bauran kebijakan BI," tulis tim riset.
Pasar juga mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto untuk melihat arah kebijakan ekonomi dan investasi.
"Kejelasan kebijakan yang mendukung stabilitas pasar dapat memperkuat sentimen, tetapi risiko capital outflow dan ketidakpastian MSCI masih berpotensi membatasi kenaikan IHSG," katanya.
Proyeksi IHSG Hari Ini
Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase technical rebound setelah memantul dari support Fibonacci. Resistance terdekat berada di 5.350-5.400; penembusan area ini diperlukan untuk memperkuat momentum pemulihan.
Namun, MACD masih berada di zona negatif dengan garis MACD di bawah signal line, sehingga tekanan bearish belum sepenuhnya mereda. Support berada di 5.200, diikuti 5.100. Jika support kembali ditembus, risiko koreksi lanjutan perlu diwaspadai.
Rekomendasi Saham Pilihan
Di tengah tekanan IHSG, tiga saham yang masuk daftar pantauan perdagangan hari ini adalah
- PT Harum Energy Tbk (HRUM)
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)