Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan. FOTO: Bank Neo Commerce
Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan. FOTO: Bank Neo Commerce

Begini Respons Bank Neo Commerce tentang Regulasi Bank Digital dari OJK

Ekonomi OJK Perbankan Bank Neo Commerce Bank Digital
Angga Bratadharma • 25 Agustus 2021 09:56
Jakarta: Memasuki semester II-2021, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC menaruh optimisme yang tinggi terhadap industri perbankan Indonesia. Bahkan, BNC menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah merilis dua regulasi baru terkait bank digital.
 
Regulasi itu yakni POJK No 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum yang mempertegas definisi suatu bank digital, pendirian, dan teknis operasionalnya. Kemudian POJK No 13/POJK.03/2021 tentang Penyelenggaraan Produk Bank Umum yang mempermudah bank digital menciptakan produk atau layanan inovatif bagi masyarakat melalui penyederhanaan perizinan dan regulasi.
 
"Kami sangat berterima kasih kepada OJK atas peluncuran POJK yang memperjelas keberadaan bank digital di Indonesia sehingga kami bisa melayani masyarakat Indonesia dengan lebih baik lagi," kata Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 25 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini, lanjutnya, adalah sebuah sinyal positif dari regulator yang mendukung terciptanya ekosistem perbankan digital yang sehat, aman, dan inovatif serta mendukung penetrasi inklusi keuangan tingkat nasional. Dengan kedua butir regulasi ini, Bank Neo Commerce terpacu untuk terus berinovasi.
 
"Dan memberikan layanan dan produk perbankan digital yang end-to-end dengan dukungan penuh dari regulator," klaimnya.
 
Di sisi lain, Bank Neo Commerce mencatat selama satu bulan terakhir ada peningkatan saham BBYB sebesar 124,17 persen. Dalam kurun waktu tersebut, juga terjadi pergerakan kepemilikan saham yang dinamis, dimulai dengan dikeluarkannya izin dari regulator sehingga PT Akulaku Silvrr Indonesia akan menjadi pemegang saham pengendali.
 
Adapun kepemilikan saham saat ini sebesar 24,98 persen, kepemilikan PT Gozco Capital sebesar 17,88 persen, dan kepemilikan PT ASABRI yang semakin tergerus menjadi 0,53 persen per penutupan perdagangan pada Kamis, 19 Agustus lalu.
 
"Perubahan tersebut wajar terjadi di industri perbankan. Bagi kami, ASABRI telah turut mengawal langkah demi langkah yang ditempuh Bank Yudha Bhakti dalam melayani masyarakat Indonesia sejak kurang lebih 30 tahun terakhir," tuturnya.
 
Lebih lanjut, Tjandra menyatakan, Bank Neo Commerce optimistis untuk memenuhi syarat OJK tentang kepemilikan modal inti bank digital senilai Rp3 triliun di akhir 2022. "Kepercayaan para pemegang saham dan Neo Customers kepada Bank Neo Commerce menambah kepercayaan diri kami dalam meraih target kepemilikan modal ini," tutupnya.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif