Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Duh, Modal Asing Keluar Rp780 Miliar dalam Sepekan

Ekonomi investor Bank Indonesia Pasar Keuangan Modal Asing
Husen Miftahudin • 30 Oktober 2021 09:26
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat dana-dana asing keluar dari pasar keuangan domestik selama sepekan terakhir. Berdasarkan data transaksi pada 25-28 Oktober 2021, modal dari investor asing (nonresiden) tersebut tercatat jual neto (outflow) sebanyak Rp780 miliar.
 
Keluanya dana asing dari pasar keuangan domestik tersebut utamanya berasal dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat keluar sebesar Rp4,32 triliun. Beruntung pasar saham tercatat beli neto (inflow) sebanyak Rp3,54 triliun, sehingga berhasil menahan laju aliran asing yang keluar dari Indonesia.
 
"Berdasarkan data setelmen selama 2021 (year to date/ytd), nonresiden beli neto Rp8,91 triliun," ungkap Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Muhamad Nur dalam rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, dikutip Sabtu, 30 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun premi risiko atau Credit Default Swap (CDS) Indonesia lima tahun turun ke level 79,28 basis poin (bps) per 28 Oktober 2021 dari 81,87 bps per 22 Oktober 2021. CDS merupakan indikator untuk mengetahui risiko berinvestasi di SBN.
 
Semakin besar skor CDS, maka risiko berinvestasi di SBN juga semakin tinggi. Sebaliknya jika skor semakin kecil, maka risiko investasinya juga semakin rendah.
 
Meskipun begitu, perginya aliran modal asing dari pasar keuangan domestik tersebut justru membuat nilai tukar rupiah menguat tipis di perdagangan akhir pekan ini. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap USD pada penutupan perdagangan pekan ini menguat tipis lima poin atau setara 0,04 persen, dari level Rp14.172 per USD menjadi Rp14.167 per USD.
 
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona hijau ke posisi Rp14.168 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat sebanyak 27 poin atau setara 0,19 persen dari Rp14.195 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.171 per USD atau naik 28 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.199 per USD.
 
Terkait hal tersebut, Nur menekankan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
 
"Termasuk langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tutup Nur.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif