PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), emiten produsen indomie, mencatatkan kinerja yang cukup solid pada kuartal pertama 2026, dengan pertumbuhan penjualan di tengah tekanan pada laba.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), emiten produsen indomie, mencatatkan kinerja yang cukup solid pada kuartal pertama 2026, dengan pertumbuhan penjualan di tengah tekanan pada laba.

Penjualan ICBP Tumbuh, Laba Tertekan 3% di Kuartal I-2026

Arif Wicaksono • 01 Mei 2026 17:48
Jakarta: PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), emiten produsen indomie, mencatatkan kinerja yang cukup solid pada kuartal pertama 2026, dengan pertumbuhan penjualan di tengah tekanan pada laba.
 
Perseroan mengumumkan kinerja keuangan untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026. Secara umum, ICBP masih mampu menjaga tren pertumbuhan di lini pendapatan.
 
ICBP mencatatkan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp21,72 triliun. Angka ini tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp20,19 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP, Anthoni Salim, menyatakan bahwa Perseroan mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang baik. Ia menegaskan ICBP akan tetap waspada terhadap potensi gejolak makroekonomi dan berbagai risiko eksternal, serta terus beradaptasi untuk menangkap peluang pertumbuhan, memperkuat daya saing, dan menjaga posisi keuangan tetap sehat.
 
Pertumbuhan penjualan tersebut mencerminkan permintaan yang tetap kuat terhadap produk-produk Perseroan, sekaligus menunjukkan ketahanan sektor barang konsumsi di tengah dinamika ekonomi.
 
Namun demikian, laba usaha ICBP tercatat mengalami penurunan. Pada kuartal pertama 2026, laba usaha turun 10 persen menjadi Rp4,62 triliun, dari Rp5,15 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Penurunan ini terutama disebabkan oleh lebih rendahnya laba atas selisih nilai tukar mata uang asing dari kegiatan operasional. Meski begitu, margin laba usaha tetap terjaga di level sehat, yakni sekitar 21,3 persen.
 
Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga mengalami penurunan. Laba bersih turun 3 persen menjadi Rp2,57 triliun, dari Rp2,66 triliun pada kuartal pertama tahun lalu.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan