Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo
Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo

Pembukaan Rekening di Bulan Inklusi Keuangan Sudah Lebih dari 600 Ribu

Ekonomi OJK jasa keuangan inklusi keuangan
Husen Miftahudin • 15 Oktober 2020 21:21
Jakarta: Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengatakan kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020 direspons positif masyarakat. Meski digelar secara virtual guna menghindari meluasnya penyebaran pandemi covid-19, namun masyarakat tetap antusias mengikuti gelaran tahunan OJK ini.
 
Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan ini juga telah berhasil mendorong masyarakat untuk memiliki rekening di berbagai platform jasa keuangan. Tak tanggung-tanggung, dari 1-12 Oktober 2020, jumlah pembukaan rekening di kegiatan BIK 2020 telah mencapai 643.057 rekening.
 
"Hingga saat ini, capaian BIK dari tanggal 1 sampai 12 Oktober capaiannya sudah banyak. Jumlah pembukaan rekening (di perbankan) itu sudah 491.974 rekening dengan total penyaluran kredit yang sudah disalurkan sebanyak 30.653 (debitur)," ujar Tirta dalam keterangan pers BIK 2020 secara virtual di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, pembukaan rekening di perusahaan asuransi telah mencapai 9.907 rekening. Kemudian jumlah pembukaan rekening di perusahaan pembiayaan (leasing) sebanyak 4.135 rekening, dan di pasar modal sebanyak 114.750 rekening.
 
"Fintech juga tidak kalah ketinggalan, industri fintech itu (pembukaan) rekeningnya sudah bertambah 16.097 rekening dengan nominal lebih dari Rp38 miliar penyaluran dana melalui fintech. Jadi banyak sekali progresnya," tutur dia.
 
Tirta menjelaskan, rangkaian kegiatan BIK 2020 bertujuan untuk mendorong ekonomi dan kinerja sektor keuangan yang sedang tertekan akibat pandemi. Berbagai kegiatan tersebut sekaligus untuk mendukung pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dilaksanakan oleh pemerintah.
 
"Dalam acara BIK ini kami melakukan berbagai macam, seperti penyaluran pembiayaan mikro dan kecil, pembukaan rekening baru, dan sebagainya. Ini supaya kegiatan ekonomi bisa berjalan lagi," ungkap Tirta.
 
Tak sampai di situ, lanjutnya, rangkaian kegiatan BIK 2020 juga bertujuan untuk membuka akses keuangan kepada seluruh masyarakat dengan memanfaatkan berbagai infstruktur yang dibandung pemerintah. Oleh sebab itu, OJK bersama kementerian/lembaga, lembaga jasa keuangan, hingga e-commerce terus memberikan literasi keuangan agar masyarakat terdorong untuk membuka rekening.
 
"Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan dan dapat mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional. Hal ini tentunya memberikan dampak yang positif bagi akses keuangan, sehingga kita dapat mendukung target 90 persen inklusi keuangan di 2024," tutup Tirta.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif