Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Emas Antam Meredup dalam Sepekan, Kembali ke Bawah Rp1 Juta/Gram

Ekonomi Harga Emas Antam Berita Menarik Ekonomi Sepekan Berita Terpopuler Ekonomi
Angga Bratadharma • 14 November 2020 11:01
Jakarta: Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan di sepanjang pekan ini terpantau berfluktuasi dengan kecenderungan melemah. Ditemukannya vaksin covid-19 dan euforia kemenangan Jode Biden di Pilpres Amerika Serikat (AS) membuat emas Antam terempas ke bawah level Rp1 juta per gram.
 
Mengutip Logam Mulia Antam, Sabtu, 14 November 2020, harga emas Antam pada awal pekan ini atau tepatnya Senin, 9 November, berada di level Rp1,006 juta per gram. Lalu pada Selasa, 10 November, harga emas Antam tumbang ke level Rp972 ribu per gram. Kemudian pada Rabu, 11 November, harga emas kembali jatuh ke posisi Rp970 ribu per gram.
 
Sedangkan pada Kamis, 12 November, harga emas Antam terpantau melemah lagi ke posisi Rp968 ribu per gram. Lalu pada akhir pekan atau tepatnya Jumat, 13 November, harga emas Antam mendapatkan momentum untuk menguat ke posisi Rp978 ribu per gram. Memudarnya katalis positif dari pemulihan ekonomi memicu emas Antam berkilau.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena dolar Amerika Serika (USD) melemah. Kenaikan kasus covid-19 di Amerika Serikat dan memudarnya katalis positif berupa euforia kemenangan Jode Biden membuat emas menguat.
 
Kontrak emas teraktif untuk pengiriman Desember naik USD12,9 atau 0,69 persen menjadi USD1.886,2 per ons. Emas menemukan dukungan tambahan karena kasus baru covid-19 dan rawat inap di Amerika Serikat terus meningkat.
 
Pertumbuhan emas dibatasi karena Departemen Perdagangan AS melaporkan indeks harga produsen (PPI) naik 0,3 persen pada Oktober. Harga produsen inti tidak termasuk harga makanan dan energi yang tidak stabil naik 0,2 persen. Kenaikan PPI mengindikasikan inflasi.
 
Analis pasar berpendapat bahwa ketidakpastian tentang prospek ekonomi saat ini selalu mendukung emas. Perak untuk pengiriman Desember naik 46,9 sen atau 1,93 persen menjadi USD24,775 per ons. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD12 atau 1,36 persen menjadi USD896 per ons.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Meski menguat, namun para investor terus mencermati perkembangan kenaikan kasus infeksi covid-19 yang kembali melonjak tajam karena berpeluang berdampak terhadap ekonomi.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif