President Director Prudential Indonesia Jens Reisch. FOTO: Prudential Indonesia
President Director Prudential Indonesia Jens Reisch. FOTO: Prudential Indonesia

Prudential Catat Pendapatan Bruto Rp3,7 Triliun

Ekonomi Prudential Indonesia
Angga Bratadharma • 21 Mei 2020 09:32
Jakarta: PT Prudential Life Assurance atau Prudential Indonesia mencatat pendapatan kontribusi bruto sebesar Rp3,7 triliun di 2019 sekaligus mempertahankan total aset yang stabil sebesar Rp9,1 triliun. Selain itu, dana tabarru tercatat meningkat dari Rp770 milliar di 2018 menjadi Rp887 miliar di 2019 dengan pertumbuhan mencapai 15 persen.
 
President Director Prudential Indonesia Jens Reisch mengatakan Indonesia berpotensi untuk menjadi pemimpin ekonomi syariah global, dengan jumlah populasi Muslim yang merupakan salah satu terbesar di dunia dan didukung oleh kesamaan beberapa nilai syariah dengan nilai kehidupan budaya orang Indonesia.
 
"Kami menerapkan prinsip syariah untuk semua dan menghadirkan produk asuransi jiwa syariah yang dapat diterima oleh lebih banyak lapisan masyarakat Indonesia. Kami juga mengedukasi ke publik yang lebih luas melalui kemitraan dengan lebih banyak pihak," kata Jens, seperti dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 21 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan juga tetap mempertahankan tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) yang kuat dengan mencatatkan tingkat solvabilitas dari dana tabarru sebesar 2.581 persen, lebih dari 20 kali lipat dari batas minimum yang ditetapkan regulator, dan tingkat solvabilitas dari dana perusahaan sebesar 7.300 persen.
 
"Lebih dari 60 kali lipat dari batas minimum yang ditetapkan regulator. Hasil positif ini berhasil kami capai berkat kepercayaan nasabah yang terus meningkat dalam 13 tahun terakhir, serta berkat kerja keras para tenaga pemasar berlisensi syariah Prudential Indonesia yang berjumlah lebih dari 114 ribu orang," tuturnya.
 
Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo menambahkan prinsip-prinsip asuransi syariah, di antaranya tolong menolong dan saling berderma untuk saling berbagi dan menanggung risiko sebagai antisipasi bila terjadi musibah, senantiasa relevan dengan ciri gotong royong khas masyarakat Indonesia.
 
"Dan kami berharap, prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan untuk membantu mereka yang terdampak oleh pandemi covid-19. Di Prudential, kontribusi kami untuk membantu masyarakat berfokus pada tiga aspek, yaitu kesehatan, ekonomi, dan sosial," ucapnya.
 
Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Afdhal Aliasar mengungkapkan, didukung dengan jumlah populasi Muslim yang mencapai lebih dari 87 persen, ekonomi berbasis syariah dapat membangun kesejahteraan masyarakat Indonesia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif