Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Covid-19 Jadi Tantangan Besar Perusahaan Terkoneksi dengan Masyarakat

Ekonomi adira insurance
Angga Bratadharma • 23 Mei 2020 11:23
Jakarta: Bersamaan dengan masuknya pandemi covid-19 sekarang ini tentu membawa tantangan besar bagi sebuah perusahaan untuk tetap terkoneksi dengan masyarakat. Penting untuk sebuah perusahaan mampu menciptakan pola komunikasi yang terbuka, konstruktif, dan real time kepada masyarakat yang menjadi kunci keberhasilan komunikasi perusahaan.
 
Dalam konteks itu, peran Public Relation (PR) menjadi sangat penting untuk beradaptasi dalam memaksimalkan sumber daya yang dimiliki perusahaan dalam membangun citra positif perusahaan di mata publik. Adapun PT Asuransi Adira Dinamika Tbk mampu menorehkan catatan kinerja positif dalam menciptakan citra perusahaan yang semakin baik.
 
"Catatan positif ini merupakan cerminan dari pencapaian dan kinerja riil yang ditorehkan seluruh insan perusahaan dalam menapaki tahap demi tahap perkembangan bisnis Adira Insurance," kata Direktur Adira Insurance Donni Gandamana, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat, 23 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, pemerintah mengkhawatirkan terjadinya gelombang kedua wabah virus korona (covid-19). Pasalnya, masih banyak masyarakat tak mematuhi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
 
"Bagaimana tugas kita semua untuk bisa jamin bahwa tak ada gelombang kedua? Ini sangat benar, kami juga prihatin," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.
 
Doni menyebut banyak masyarakat yang tidak mengacuhkan protokol kesehatan. Padahal, pemerintah gencar mengimbau agar mereka mematuhi protokol itu. "Kalau kita dalam dua minggu terakhir sungguh-sungguh serius, maka kurva yang satu bisa turun ke nol koma sekian. Artinya tingkat risiko semakin kecil," ujar Doni.
 
Sebaliknya, jika masyarakat terus abai, maka situasi akan memburuk. Menurut Doni, disiplin menjalankan PSBB harus gencar dilakukan menjelang lebaran dan setelahnya. "Kalau kita ingin segera mutus mata rantai penularan, kalau kita ingin segera ke kehidupan new normal, maka dua minggu terakhir adalah waktu terbaik," pungkas Doni.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif