NEWSTICKER
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo - - Foto: Antara/ Hafidz Mubarak A
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo - - Foto: Antara/ Hafidz Mubarak A

BI Gelontorkan Rp192 Triliun demi Selamatkan Rupiah

Ekonomi bank indonesia rupiah terpuruk
Husen Miftahudin • 19 Maret 2020 18:24
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menggelontorkan dana sebanyak Rp192 triliun untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) yang dijual asing. Langkah ini menjadi upaya bank sentral dalam menjaga pasar keuangan di tengah dampak penyebaran virus korona atau covid-19.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan pembelian SBN di pasar sekunder adalah kebijakan triple intervention bank sentral guna meminimalkan risiko peningkatan volatilitas nilai tukar rupiah selain strategi intervensi di pasar Domestic Non Delivery Forward (DNDF) dan pasar spot.
 
Saat ini, Bank Indonesia meningkatkan intensitas triple intervention agar nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya dan mengikuti mekanisme pasar. "Selama 2020 ini (year to date) kami sudah membeli hampir Rp192 triliun yang dilepas oleh asing. Hal itu demi menjaga stabilitas rupiah dengan melakukan injeksi likuiditas dalam jumlah yang cukup besar," ujar Perry dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bank Indonesia juga telah melakukan repo dengan agunan SBN sebanyak Rp5,3 triliun. Juga menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah senilai Rp51 triliun yang akan ditambah sebesar Rp23 triliun per 1 April 2020.
 
"Likuiditas valas juga kami kendurkan dengan penurunan GWM valas Rp3,2 miliar. Kami juga terus menjaga confidence di pasar serta menjaga kecukupan likuiditas, baik di rupiah maupun valas. Kebijakan ini diambil karena dinamika covid-19," tegas Perry.
 
Sebelumnya, Perry mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah saat ini terjadi akibat kepanikan investor yang menjual berbagai portofolio investasi. Investor global beranggapan beragam dampak yang ditimbulkan dari virus korona sebagai sebuah ketidakpastian membuat mereka buru-buru melepas banyak aset, baik di pasar keuangan maupun di pasar modal.
 
Alhasil, nilai tukar rupiah merosot tajam dan diperdagangkan oleh sejumlah perbankan nasional di level Rp16 ribu per USD. Berikut daftar nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hari ini pukul 13.20 WIB di berbagai bank Tanah Air:
 
BRI: Kurs jual Rp16.410 per USD.
Bank Panin: Kurs jual Rp16.330 per USD.
Bank Mandiri: Kurs jual Rp16.300 per USD.
CIMB Niaga: Kurs jual Rp16.250 per USD.
BCA: Kurs jual Rp16.150 per USD.
BNI: Kurs jual Rp16.109 per USD.
 
Sementara, berdasarkan data Yahoo Finance nilai tukar rupiah terhadap USD masih di level Rp15.310 per USD. Data Bloomberg juga masih menunjukkan di level Rp15.315 per USD.
 
Sedangkan kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) Bank Indonesia hari ini menunjukkan posisi rupiah terhadap USD berada di level Rp15.712 per USD.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif