Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Mantap! Modal Asing Masuk Rp8,7 Triliun dalam Sepekan

Ekonomi investor Bank Indonesia Pasar Keuangan Modal Asing
Husen Miftahudin • 08 Oktober 2021 18:24
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat dana-dana asing kembali masuk ke pasar keuangan domestik selama sepekan terakhir. Berdasarkan data transaksi pada 4-7 Oktober 2021, modal dari investor asing (nonresiden) tersebut tercatat beli neto (inflow) sebanyak Rp8,7 triliun.
 
Mengalirnya dana asing ke pasar keuangan domestik tersebut utamanya berasal dari pasar saham yang tercatat inflow sebanyak Rp9,96 triliun. Sedangkan di pasar Surat Berharga Negara (SBN) justru tercatat keluar (jual neto/outflow) sebanyak Rp1,27 triliun.
 
"Berdasarkan data setelmen selama 2021 (year to date/ytd), nonresiden jual neto Rp5,78 triliun," ungkap Direktur-Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Muhamad Nur dalam rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 8 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun premi risiko atau Credit Default Swap (CDS) Indonesia lima tahun naik ke level 83,92 basis poin (bps) per 7 Oktober 2021 dari 79,81 bps per 1 Oktober 2021. CDS merupakan indikator untuk mengetahui risiko berinvestasi di SBN.
 
Semakin besar skor CDS, maka risiko berinvestasi di SBN juga semakin tinggi. Sebaliknya jika skor semakin kecil, maka risiko investasinya juga semakin rendah.
 
Meskipun demikian, mengalirnya aliran modal asing tersebut tak mampu menolong nilai tukar rupiah dari pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah enam poin atau setara 0,04 persen dari posisi Rp14.216 per USD.
 
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona merah pada posisi Rp14.220 per USD. Rupiah melemah lima poin atau setara 0,04 persen dari Rp14.215 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.225 per USD atau naik 13 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.238 per USD.
 
Terkait hal tersebut, Nur menekankan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
 
"Termasuk langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," pungkas Nur.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif