Ilustrasi. Foto: dok.MI
Ilustrasi. Foto: dok.MI

Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Baru Capai 9 Juta Lot, Masih Jauh dari Target

Husen Miftahudin • 22 Desember 2021 21:32
Jakarta: Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) Stephanus Paulus Lumintang mengakui total transaksi perdagangan berjangka komoditi pada periode Januari sampai 21 Desember 2021 baru mencapai sembilan juta lot. Angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan sebesar 11,1 juta lot.
 
"Target yang diberikan dan disetujui Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) pada 2021 memang sebesar 11,1 juta lot. Namun dalam pencapaian sampai dengan transaksi per tadi malam, kita sudah hampir menyentuh sembilan juta lot," ujar Paulus dalam konferensi pers, Selasa, 22 Desember 2021.
 
Paulus menuturkan, angka tersebut masih di bawah realisasi transaksi perdagangan berjangka komoditi di tahun lalu yang hingga 31 Desember 2021 menembus angka sebesar 9,43 juta lot. Namun angka ini masih lebih tinggi ketimbang realisasi 2019 yang hanya sebanyak 8,25 juta lot.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, rendahnya pencapaian transaksi perdagangan berjangka komoditi di tahun ini terjadi karena masih terjadinya ketidakpastian akibat pandemi covid-19. Meskipun sejumlah komoditi mengalami kenaikan harga secara signifikan.
 
"Pada 2021 ini kita bisa melihat bahwa telah terjadi sebuah super cycle harga komoditi. Ini terjadi, harga komoditi mengalami peningkatan paling tinggi dalam sejarah seperti batu bara, CPO (Crude Palm Oil), dan juga timah," papar dia.
 
Disampaikannya lebih lanjut, harga timah mengalami kenaikan paling tinggi pada periode November 2021. Pada saat itu, harga timah di BBJ mencapai tingkat tertinggi dengan nilai sebesar USD40.200 per metrik ton (MT).
 
"Angka ini pernah mengalahkan harga tertinggi sebelumnya yang terjadi di Oktober sebesar USD39.800 per metrik ton pada waktu itu," urai Paulus.
 
Pada tahun ini sendiri, BBJ fokus pada pelayanan kepada anggota bursa dan stakeholders lainnya. Kemudian meningkatkan kegiatan sosialisasi, edukasi, serta inovasi produk dan melakukan transformasi pada bidang produk, Sumber Daya Manusia (SDM), teknologi, hingga peningkatan kerja sama dengan bursa luar negeri.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif