Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Holding Perkebunan Untung Sepanjang Tahun, Cetak Laba Rp3,37 Triliun

Ade Hapsari Lestarini • 27 Desember 2021 17:01
Jakarta: Memasuki penghujung 2021, transformasi yang dilakukan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) membukukan laba Rp3,37 triliun atau 315,44 persen lebih tinggi dibandingkan 2020 lalu. Capaian ini membuat Holding Perkebunan tercatat meraih untung sepanjang tahun.
 
Berdasarkan kinerja keuangan hingga November 2021, Holding Perkebunan membukukan total revenue sebesar Rp46,09 triliun atau 13,17 persen terhadap Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2021 dan di atas pencapaian tahun lalu sebesar 32,33 persen.
 
Total aset yang dimiliki tercatat sebesar Rp138,90 triliun, sehingga terdapat peningkatan aset sebesar 3,71 persen yoy dan tercapai 2,34 persen terhadap RKAP 2021. Sementara terjadi kenaikan luar biasa dalam EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) mencapai Rp11,62 triliun atau sebesar 200,88 persen di atas tahun lalu dan 148,3 persen di atas RKAP 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) Abdul Ghani menyampaikan, capaian ini menunjukkan perusahaan yang dipimpinnya terus melakukan perbaikan-perbaikan. "Transformasi EBITDA yang dijalankan oleh holding dan anak perusahaan membuahkan hasil. Dan ini menjadi bukti PTPN Holding telah benar-benar berubah ke arah yang lebih baik lagi," ungkap Ghani, dalam keterangan resminya, Senin, 27 Desember 2021.
 
Abdul Ghani menjelaskan, kinerja keuangan ini diraih menyusul suksesnya upaya peningkatan produksi komoditas yang dikelola Holding Perkebunan dan harga pasar yang membaik.

Kinerja operasional holding perkebunan

Berdasarkan kinerja operasional, hingga November 2021 total produksi Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit mencapai 11,45 juta ton terdiri atas 9,03 juta ton produksi sendiri dan 2,42 juta ton dari pihak ketiga. Total TBS kelapa sawit mencapai 0,15 persen di atas RKAP 2021 atau 15,06 persen lebih tinggi dibandingkan 2020.
 
Crude Palm Oil (CPO) yang diproduksi sampai November 2021 mencapai 2,4 juta ton atau naik 14,13 persen dibandingkan 2020. Total produksi karet, tercatat mencapai 155 ribu ton atau 7,46 persen dari 2020. Sedangkan untuk total produksi gula hingga November 2021 mencapai 765 ribu ton atau 9,5 persen di atas tahun lalu.
 
"Pencapaian kinerja keuangan ini juga semakin didongrak oleh kenaikan harga jual dua komoditi utama (kelapa sawit dan karet) yang menjadi kontributor kenaikan pendapatan komoditi. Kedua komoditi ini juga berhasil mencapai target pendapatan dalam RKAP, yakni kelapa sawit 44,60 persen dan karet 10,51 persen dari RKAP," ujar Ghani.
 
Dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani tebu melalui kemitraan, PTPN Holding memberikan bantuan bibit unggul dan fasilitasi pengadaan pupuk melalui program makmur.
 
Abdul Ghani optimistis dengan catatan-catatan ini kinerja baik dari sisi keuangan dan operasional akan terus meningkat dan mencapai RKAP. "Kami optimistis di 2021 ini dapat memberikan kinerja terbaik karena mendapat dukungan dari para stakeholder khususnya Kementerian BUMN," tutupnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif