Ilustrasi penggunaan QRIS - - Foto: Medcom/ Desi Angriani
Ilustrasi penggunaan QRIS - - Foto: Medcom/ Desi Angriani

BI: 3,6 Juta UMKM Sudah Gunakan QRIS

Ekonomi Bank Indonesia UMKM QR Code
Husen Miftahudin • 07 Oktober 2020 14:46
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat sebanyak 3,6 juta Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) telah menggunakan fasilitas pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik berbasis server, dompet elektronik, maupun mobile banking atau QR Code Indonesian Standard (QRIS). Angka itu setara dengan 94 persen total merchant.
 
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan realisasi penggunaan QRIS ini sebagai hasil langkah bank sentral dalam mendukung implementasi akselerasi digital UMKM, khususnya di masa pandemi covid-19 saat ini.
 
"Di samping itu, guna mendukung transformasi digital UMKM, BI juga terus mendorong UMKM melalui program onboarding UMKM yang didukung pengembangan ekosistem digital dan meningkatkan akses pembiayaan melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SI-APIK)," ujar Perry dalam pembukaan Karya Kreatif Indonesia (KKI) Tahun 2020 seri II secara virtual, Rabu, 7 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa pemerintah akan sepenuhnya mendukung peningkatan produktivitas UMKM di era transformasi digital. Sebab, transformasi digital menjadi peluang dalam membuka lapangan pekerjaan baru.
 
"Selain mendukung UMKM yang menyerap tenaga kerja, transformasi digital juga menjadi peluang dalam membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia," sebut Ida.
 
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BI dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) oleh Deputi Gubernur BI Doni P. Joewono dan Ketua Umum Dekranas Wury Ma'ruf Amin.
 
Kerja sama tersebut dalam rangka pengembangan UMKM/IKM subsektor industri kerajinan, serta perluasan penggunaan instrumen dan infrastruktur pembayaran digital yang melingkupi pelatihan dan pengembangan, sosialisasi dan edukasi, promosi dan pemasaran, pertukaran data dan/atau informasi.
 
"Penandatangan nota kesepahaman ini merupakan momentum yang tepat untuk terus berkomitmen dalam mendukung dan mengembangkan kerajinan Indonesia serta dukungan nyata bagi UMKM yang memiliki peran strategis dalam perekonomian," ungkap Wury Ma'ruf Amin.
 
Melalui siaran pers yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menjelaskan bahwa KKI merupakan rangkaian event tahunan yang menampilkan produk-produk premium UMKM Binaan Bank Indonesia, dengan bersinergi bersama kementerian/lembaga dalam pengembangan UMKM.
 
Selain pameran virtual yang diikuti oleh 377 UMKM binaan BI, KKI Seri II juga menyajikan joint event BI dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), edukasionboarding, business matching, business coaching, danworkshopyang difokuskan pada peningkatan kapasitas, literasi, dan digitalisasi UMKM, serta perlindungan konsumen.
 
BI mengajak masyarakat untuk mengunjungi pameran KKI 2020 secara virtual melalui website KKI yaituwww.karyakreatifindonesia.co.idlewat fitur platform yang telah dibuka pada 7 Oktober hingga 9 Oktober 2020. Setelah 9 Oktober 2020, dalam hal masyarakat ingin melihat produk UMKM Binaan BI, BI tetap menyediakan menu katalog pada website KKIwww.karyakreatifindonesia.co.id.
 
"Ke depan, BI akan selalu berkomitmen untuk terus mengembangkan UMKM agar dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan nasional, serta bersinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga," tutup Onny.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif