Mengacu data Bloomberg pada Jumat, 24 April 2026, rupiah tercatat menguat 5,5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp17.280 per USD.
Sempat melemah ke level Rp17.300/USD
Sebelumnya, rupiah sempat mengalami tekanan cukup dalam. Mengacu Refinitiv, pada Kamis, 23 April 2026 pukul 09.32 WIB, mata uang Garuda itu melemah 0,79 persen ke level Rp17.305 per USD.| Baca juga: Rupiah Terseret Tekanan, Tembus Rp17.297 per Dolar AS |
Tekanan dipicu ketidakpastian global
Bank Indonesia telah memberikan penjelasan terkait pelemahan rupiah tersebut. Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang di kawasan.Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54 persen.
"Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah," kata Destry.
Selain itu, langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder.
Adapun terkait cadangan devisa, ia menyampaikan tetap kuat sebesar USD148,2 miliar pada akhir Maret 2026.
"Bank Indonesia senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News