Ilustrasi. Foto: MI/Andri widyanto
Ilustrasi. Foto: MI/Andri widyanto

IHSG Menguat Tipis, Simak Proyeksi dan Sentimen Penggeraknya

Annisa ayu artanti • 23 April 2026 09:56
Ringkasnya gini..
  • IHSG dibuka menguat ke 7.564, didorong sentimen positif dari Wall Street.
  • Tekanan jual asing masih membayangi pergerakan indeks dalam jangka pendek.
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Kamis menunjukkan sinyal positif. Indeks berhasil dibuka menguat tipis, mencerminkan respons pasar terhadap sentimen global yang mulai membaik, meski tekanan masih membayangi.
 
Melansir Antara, Kamis, 23 April 2026, IHSG tercatat naik 22,81 poin atau 0,30 persen ke level 7.564,42. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut menguat 1,41 poin atau 0,19 persen ke posisi 737,38.

Sentimen global dorong optimisme pasar

Penguatan IHSG tak lepas dari sentimen positif pasar global, khususnya dari bursa saham Amerika Serikat.
 
Indeks Wall Street ditutup menguat, dengan Dow Jones Industrial Average naik +0,69 persen ke 49.490,03. Sementara S&P 500 menguat +1,05 persen ke 7.137,90, dan Nasdaq Composite melesat +1,64 persen menjadi 24.657,57.

Sentimen ini memberikan dorongan bagi pasar saham domestik, meski investor tetap berhati-hati terhadap risiko global.
 
Baca juga: Arah IHSG Jelang RDG BI: Melemah Terbatas atau Siap Rebound?

Tekanan asing masih membayangi IHSG

Meski dibuka menguat, IHSG sebelumnya sempat ditutup melemah tipis.
 
IHSG pada perdagangan hari ini ditutup melemah tipis 0,23 persen ke level 7.541, di tengah tekanan jual asing dengan net foreign sell Rp1,04 triliun di pasar reguler. 
 
Pergerakan indeks cenderung tertahan meski sentimen global sedikit membaik. Dari eksternal, pasar merespons positif perpanjangan tenggat gencatan senjata AS–Iran. 
Namun, pelaku pasar masih mewaspadai ketidakpastian lanjutan, terutama dampaknya terhadap harga energi, jalur distribusi global, dan minat risiko investor. 
 
Dari domestik, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75 persen yang dinilai konsisten dalam menjaga stabilitas rupiah serta meredam tekanan eksternal.
 
"Secara teknikal, IHSG semakin dekat menutup area gap di 7.500 yang menjadi support krusial. Jika level ini mampu dipertahankan dan terjadi rebound, maka indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju area resistance 7.650–7.700 dalam jangka pendek," kata Tim Riset BRI Danareksa dikutip dari riset hariannya, Kamis, 23 April 2026.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan