Ilustrasi. FOTO: AFP/Bay Ismoyo
Ilustrasi. FOTO: AFP/Bay Ismoyo

Kurs Rupiah Mulai Unjuk Gigi, Ini Penopangnya

Antara • 26 Juli 2022 11:37
Jakarta: Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra melihat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berhasil bangkit kembali karena adanya peluang ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami resesi. Meski demikian, mata uang Garuda punya potensi tertekan akibat keputusan suku bunga The Fed.
 
"Nilai tukar rupiah berhasil rebound di awal pekan karena peluang resesi di AS. Namun demikian rupiah masih rentan terhadap pelemahan menjelang keputusan suku bunga The Fed pekan ini," kata Ariston, dilansir dari Antara, Selasa, 26 Juli 2022.
 
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat menjelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve pada tengah pekan ini. Rupiah pagi ini bergerak menguat 42 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.951 per USD ketimbang posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.993 per USD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Ariston, penguatan rupiah yang masih dekat di area Rp15 ribu per USD mengindikasikan kerentanan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Ia menilai pelaku pasar menunggu arah kebijakan bank sentral AS selanjutnya.
 
"Pasar masih mempertimbangkan The Fed masih akan agresif menaikkan suku bunga acuannya setelah Juli ini," ujar Ariston.
Baca: Perdagangan Pagi, IHSG Naik 0,34%

Di sisi lain, lanjut Ariston, peluang resesi di Negeri Paman Sam memicu pelemahan dolar AS terhadap mata uang lainnya. Peluang resesi tersebut ditandai dengan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka pendek yang lebih tinggi dibandingkan tingkat imbal hasil obligasi jangka panjangnya.
 
"Bila peluang resesi membesar, The Fed akan mengerem kenaikan suku bunga acuannya," kata Ariston.

 
Ariston memperkirakan hari ini rupiah berpotensi melemah ke arah Rp15.020 per USD dengan potensi support di Rp14.970 per USD. Pada Senin, 25 Juli, rupiah ditutup menguat 21 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.993 per USD dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.014 per USD.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif