Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

BI: Lelang Wakaf Catat Komitmen Rp30,32 Miliar

Ekonomi Bank Indonesia wakaf
Husen Miftahudin • 08 Oktober 2020 21:56
Jakarta: Lelang wakaf yang diselenggarakan pada 6-7 Oktober 2020 mencatat komitmen penyaluran wakaf produktif sebesar Rp30,32 miliar. Wakaf produktif adalah pengelolaan wakaf dengan menggabungkan aset wakaf tidak bergerak (seperti tanah dan bangunan) dengan penghimpunan wakaf uang agar wakaf harta tidak bergerak dapat memberikan manfaat kepada mauquf 'alaih.
 
Pelaksanaan lelang wakaf merupakan salah satu bentuk kolaborasi Bank Indonesia (BI), Badan Wakaf Indonesia (BWI), lembaga-lembaga Nazir Indonesia yang tergabung dalam Forum Wakaf Produktif, untuk lebih memberikan pemahaman mengenai wakaf khususnya wakaf produktif, serta mendorong partisipasi publik dalam berwakaf untuk mendukung pembangunan ekonomi.
 
Penandatanganan komitmen wakaf tersebut dilakukan dalam High Level Seminar on Waqf "Akselerasi Gerakan Wakaf Menuju Indonesia Maju" secara virtual. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari pekan wakaf dalam rangka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Virtual 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Deputi Gubernur BI Sugeng menyampaikan untuk lebih mengoptimalkan wakaf di Indonesia, terdapat lima langkah yang perlu diambil. Pertama, perlunya perubahan mindset dan peningkatan literasi. Misalnya, pemahaman bahwa wakaf tidak hanya tanah dengan peruntukan yang terbatas, namun dapat bermacam-macam bentuk termasuk tunai.
 
"Ini menjadi pekerjaan rumah kita secara bersama. Ini sangat penting untuk kita bersama-sama untuk menyosialisasi masalah ini," ujar Sugeng secara virtual di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Kedua, inovasi produk wakaf menjadi social-commercial financing. Pada Maret 2020, Bank Indonesia bersama Kementerian Keuangan dan BWI telah meluncurkan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) yang dimanfaatkan untuk pengembangan Rumah Sakit Mata Achmad Wardi di Serang, Banten.
 
"Ini ternyata sudah berkembang dengan baik, dan ini sebagai contoh bahwa ini bisa dilakukan dengan baik. Tentunya ini kita bisa dorong di area-area yang lain," papar Sugeng.
 
Ketiga, penguatan ekosistem rantai nilai halal (halal value chain) sebagai objek wakaf produktif dan kredibel, antara lain melalui pesantren dan UMKM syariah. Keempat, transparansi dalam keseluruhan proses wakaf mulai dari penyaluran dari wakif kepada nazir, sampai dengan penggunaannya untuk sektor produktif.
 
"Kelima, digitalisasi dalam mekanisme penyaluran wakaf, baik untuk tujuan sosial maupun integrasi social-commercial dalam CWLS. Antara lain melalui pemanfaatan QRIS (QR Code Indonesian Standard) dalam penyaluran wakaf," paparnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyampaikan strategi dalam meningkatkan literasi wakaf di Indonesia. Peningkatan literasi wakaf tersebut penting dalam upaya mengoptimalisasi pengembangan wakaf.
 
"Oleh karena itu, Kementerian Agama melalui strategi menuju gerakan wakaf inklusif melakukan beberapa langkah yaitu meningkatkan literasi wakaf masyarakat, menyesuaikan regulasi wakaf, memperkuat standar kompetensi nazir, mengembangkan instrumen wakaf serta memperluas kerja sama dalam rangka memproduktifkan aset masyarakat," pungkas Kamaruddin.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif