Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak positif setelah berakhirnya perhitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Indeks berhasil breakout dari level resistance 5.400 menuju gap 5.500.
Dalam riset hariannya, Kamis, 12 November 2020, Analis teknikal Samuel Sekuritas William Mamudi menyarankan investor tetap waspada. Sebab, volatilitas bisa meningkat di tengah masa transisi pemerintahan AS.
Secara teknikal, ia merekomendasikan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan rating trading buy.
Sementara itu, Analis BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan peluang kenaikan IHSG mulai terbatas. IHSG menunjukkan momentum bullish yang didukung stochastic overbought. Tren bullish akan terjadi selama di atas 5.057.
Untuk tren jangka pendek dan menengah pun diprediksi masih akan bullish selama di atas level 5.181 dan 5.057. Sedangkan untuk perdagangan hari ini indeks diperkirakan bergerak di level support-resistance 5.450-5.550.
Andri merekomendasikan untuk mencermati beberapa saham di antaranya saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Timah Tbk (TINS), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan