NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

BP Jamsostek dan Pengelola Dana Pensiun Manfaatkan Diskon Harga Saham

Ekonomi bpjs ketenagakerjaan pasar saham Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Annisa ayu artanti • 16 Maret 2020 10:06
Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), dan Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) akan memanfaatkan diskon harga saham yang terjadi saat ini untuk mengakumulasi pembelian saham.
 
Ketiga lembaga tersebut memandang kondisi pasar modal dalam negeri yang sedang menurun ini sebagai momentum baik untuk membeli dan memperbanyak portofolio saham.
 
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyampaikan kondisi pasar seperti ini bergantung bagaimana persepektif setiap orang. BPJS Jamsostek menilai kondisi pasar yang lesu saat ini sebagai peluang baik untuk masuk berinvestasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Momen seperti ini bisa dimanfaatkan untuk membeli barang bagus dengan harga yang murah. Tentunya dengan tetap memastikan terlebih dahulu kondisi fundamental dari emiten," kata Agus di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 16 Maret 2020.
 
Sebagai salah satu pengelola dana yang berorientasi pada peningkatan manfaat jangka panjang, BPJS Ketenagakerjaan berusaha melakukan pengelolaan investasi secara prudent, professional dan governance, yaitu dengan selalu berlandaskan regulasi yang berlaku.
 
Agus menjelaskan, terhitung Desember 2019, BPJS Ketenagakerjaan mencatatkan dana kelolaan mencapai Rp431,6 triliun. Dana kelolaan tersebut dialokasikan pada instrumen fixed income seperti deposito dan surat utang dengan persentase 71,4 persen, saham sebesar 19,09 persen, reksa dana sebesar 9,34 persen, dan sisanya pada investasi langsung seperti properti dan penyertaan.
 
Menurutnya, instrumen saham merupakan salah satu instrumen investasi yang bertujuan untuk mendapatkan return yang optimal dalam jangka panjang. Saat ini kepemilikan saham BPJS Ketenagakerjaan mayoritas merupakan saham kategori blue chip pada Index LQ45 dan mayoritas juga merupakan saham-saham BUMN.
 
Senada dengan Agus, Ketua ADPI, Suheri dan Ketua DPLK Nur Hasan Kurniawan sepakat untuk masuk ke dalam bursa perdagangan.
 
BPJS Ketenagakerjaan, ADPI, dan DPLK yakin bahwa dana yang akan digelontorkan nantinya akan mendapatkan hasil yang menguntungkan bagi para pesertanya.
 
“Kondisi saat ini sebetulnya waktu yang sangat tepat untuk masuk di bursa, kami bertiga tidak mau kehilangan momentum untuk masuk ke pasar. Jangan dilihat kondisi pasar sekarang, tapi long time horizon sesuai profil dana kita," ucap Suheri.
 
“Kami bertiga optimistis fundamental ekonomi Indonesia masih baik dan akan semakin membaik," ujar Nur.
 
Sementara itu, Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi berharap dengan masuknya dana dari BPJS Ketenagakerjaan, ADPI, dan DPLK dapat menumbuhkan sikap optimistis investor untuk kembali masuk ke pasar modal.
 
"Saya senang pagi ini dapat menjamu dirut BPJS Ketenagakerjaan dan ketua asoasiasi dana pensiun. BEI bersama BP Ketenagakerjaan optimistis pasar modal Indonesia masih baik," kata Inarno.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif