Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Kendalikan Inflasi, BI Tekankan Pentingnya Keterjangkauan Harga

Despian Nurhidayat • 12 September 2022 12:02
Jakarta: Provinsi Riau merupakan lima besar daerah penyumbang inflasi di Indonesia. Maka dari itu, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menggelar Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Provinsi Riau untuk mengendalikan inflasi.
 
Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono mengatakan, saat ini diperlukan keterjangkauan harga untuk mengatasi inflasi. Terlebih dengan adanya kenaikan harga BBM, seluruh daerah harus berupaya untuk mewujudkan terjadinya keterjangkauan harga bagi masyarakat.
 
"Jadi keterjangkauan harga itu penting karena adanya kenaikan BBM. Maka dari itu, kita lakukan operasi pasar murah di berbagai daerah lain juga seperti Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan lainnya," ungkapnya dalam acara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Provinsi Riau secara daring, Senin, 12 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Doni menambahkan dalan acara kali ini, pihaknya juga melakukan gerakan menanam cabai di pekarangan atau urban farming sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi tingginya harga cabai. Pihaknya menyediakan 65 ribu bibit cabai yang dibagikan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk dilakukan budi daya cabai melalui gerakan tersebut.
 
Di tempat yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir optimistis Indonesia mampu mengendalikan inflasi, khususnya inflasi pangan. Hal ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pangan sudah turun dari 11 persen pada Juli 2022 menjadi delapan persen pada Agustus 2022.
 
"Kita bisa kendalikan inflasi salah satunya berkat GNPIP ini. Jadi Indonesia mampu mengendalikan inflasi melalui penyelesaian di akar masalahnya. Dengan gerakan menanam cabai di pekarangan ini juga menjadi solusi bagi pengendalian inflasi. Kita tahu cabai itu merupakan salah satu komoditas penggerak inflasi dan gerakan ini menjadi sangat penting," kata Iskandar Simorangkir.
 
Baca juga: Indonesia Disebut Negara yang Kecil Kemungkinan Terkena Resesi

 
Anggota Komisi XI DPR RI Marsiaman Saragih menambahkan, GNPIP yang dilaksanakan di Provinsi Riau menunjukkan pemerintah dan BI bergerak cepat agar inflasi dengan cepat segera turun. Dia pun menekankan GNPIP merupakan sebuah bentuk nyata dari gotong royong yang dipegang teguh oleh Indonesia.
 
"Indonesia terbiasa menyelesaikan masalah dengan gotong royong. Mudah-mudahan kita dapat melewati inflasi ini dengan baik dan kita dapat bergotong royong bersama sesuai dengan apa yang biasa dilakukan oleh nenek moyang kita. Semoga ikhtiar kita ini membawa manfaat bagi rakyat dan negara khususnya masyarakat di Provinsi Riau," tegas Marsiaman Saragih.
 
Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar menekankan daerahnya kini harus mewaspadai pasokan beras. Pasalnya, Sumatra Barat dikatakan tengah mengalami kekurangan stok beras dan hal ini harus menjadi pelajaran bagi Provinsi Riau.
 
"Kami sedang mewanti-wanti ini beras saya mohon dijaga karena di Sumatra Barat sudah kekurangan beras. Jadi sekarang stok beras jangan kita jual ke daerah lain dulu tapi untuk kebutuhan di Riau dulu. Supaya konsumsi dan harga beras di Riau bisa terkendali," pungkas Syamsuar.
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif