Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rangkaian Presidensi G20 - - Foto: dokumentasi Panitia Presidensi G20
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rangkaian Presidensi G20 - - Foto: dokumentasi Panitia Presidensi G20

Akses ke Perbankan Rendah, Sri Mulyani Dorong UMKM Manfaatkan Fintech

Ekonomi Perbankan Kredit Sri Mulyani UMKM inklusi keuangan UMKM Indonesia Fintech untuk UKM
Antara • 12 Mei 2022 12:26
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendorong pemanfaatan aplikasi keuangan berbasis teknologi (fintech) untuk meningkatkan inklusi keuangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pasalnya, akses UMKM ke perbankan masih rendah dalam meraih pendanaan. Saat ini baru 18 persen dari kredit perbankan yang disalurkan kepada UMKM atau lebih rendah dari rata-rata penyaluran kredit UMKM di negara tetangga yang sebesar 30 sampai 80 persen.
 
"Untuk UMKM, kita bisa meningkatkan inklusi keuangan dengan fintech yang bisa membantu mereka menemukan lebih banyak pilihan pendanaan," kata Sri Mulyani dalam webinar Transformasi Digital untuk Inklusi Keuangan yang dikutip Kamis, 12 Mei 2022.
 
Menurutnya, UMKM perlu didorong untuk dapat mengakses pendanaan agar bisa segera pulih dari dampak pandemi. Fintech juga bisa menutupi kebutuhan pendanaan bagi UMKM saat masih kesulitan mengakses kredit perbankan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Fokus kita bagaimana mengimplementasikan kebijakan untuk meningkatkan akses UMKM kepada pendanaan yang sangat penting tidak hanya untuk memberdayakan mereka tapi juga menciptakan multiplier effect dalam bentuk pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi," katanya.
 
Di Indonesia UMKM menyediakan hingga 97 persen dari total lapangan kerja dan lebih dari 60 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) serta investasi.
 
Selain mendorong UMKM untuk memanfaatkan pendanaan dari fintech, Sri Mulyani menilai fintech juga perlu diatur terutama dari segi perlindungan konsumen dan keamanan data.
 
"Ini tidak mudah, terutama di perkotaan dimana jasa finansial digital berkembang cepat. Dengan kepemilikan ponsel pintar, banyak penyedia jasa keuangan digital menawarkan akses kepada jasa keuangan tapi menjadi masalah bagi banyak orang karena bunga mereka sangat tinggi," pungkas dia.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif