Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Bank OCBC NISP Catat Laba Bersih Rp621 Miliar di Kuartal I-2022

Ekonomi Perbankan ocbc nisp Laba Perusahaan
Angga Bratadharma • 28 April 2022 07:47
Jakarta: Bank OCBC NISP mencatat laba bersih sebesar Rp621 miliar di kuartal I-2022 atau tumbuh sebanyak 20,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2021 sebesar Rp515 miliar. Pertumbuhan laba bersih dikontribusikan dari pendapatan operasional yang tumbuh 5,3 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun pada kuartal pertama 2022.
 
"Dan biaya cadangan kerugian penurunan nilai yang lebih rendah. Beragam indikator kinerja keuangan Bank OCBC NISP juga memperlihatkan pertumbuhan yang positif," kata Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 28 April 2022.
 
Ia menambahkan permintaan kredit mulai membaik dilihat dari pertumbuhan penyaluran kredit Bank OCBC NISP yang didorong oleh pertumbuhan kredit ritel sebesar 16 persen. Penyaluran kredit tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, terlihat dari rasio NPL terjaga di bawah rata-rata NPL industri perbankan dan ketentuan regulator.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Net NPL pada posisi 0,7 persen dan NPL bruto sebesar 2,3 persen," jelasnya.
 
Dengan kondisi pandemi yang lebih terkendali dan distribusi vaksin yang lebih merata, tambahnya, Bank OCBC NISP optimistis penyaluran kredit dapat tumbuh lebih baik lagi tahun ini. Dengan pertumbuhan kredit sebesar 7,3 persen pada kuartal I ini, lanjutnya, OCBC NISP menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit tetap positif di sepanjang 2022.
 
"Sejalan dengan rencana pertumbuhan dari regulator. Dengan prinsip kehati-hatian, Bank OCBC NISP akan fokus untuk mendorong pertumbuhan kredit ritel dan kredit produktif serta terus menjaga komunikasi yang baik dengan nasabah," ujar Parwati.
 
Di masa pandemi, masih kata Parwati, investor ritel mencatatkan tren pertumbuhan yang pesat, terutama di reksa dana dan investor saham. Hingga Februari 2022, jumlah investor pasar modal mencapai 8,1 juta Single Investor Identification (SID) yang didominasi oleh generasi muda, yakni sebanyak 60,32 persen berada pada rentang usia di bawah 30 tahun.
 
Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menargetkan pertumbuhan jumlah SID investor pasar modal menjadi lebih dari 10 juta orang pada akhir 2022. Walaupun terus menunjukkan pertumbuhan yang positif, lanjutnya, tetapi jumlah investor pasar modal masih belum ideal jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
 
"Pertumbuhan positif pada jumlah investor, termasuk investor ritel perlu terus didorong untuk memperkuat pasar keuangan Indonesia. Hal ini diharapkan akan menjadi modal yang kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai negara lima besar dunia pada 2045," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif