Dana Ventura tersebut bertujuan untuk membangun pipeline bagi para sembrani atau istilah yang digunakan oleh BRI Ventures untuk menggambarkan startup lokal yang berkelanjutan setelah era unicorn.
CEO dari BRI Ventures Nicko Widjaja menyampaikan sejak diluncurkannya Dana Ventura Sembrani Nusantara, maka dana tersebut akan fokus berinvestasi kepada startup yang memiliki potensi untuk mendapatkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan menghasilkan kinerja pertumbuhan realistis.
Para investor yang bergabung didalamnya sebagian besar berbasis di Indonesia, termasuk di antaranya perusahaan modal ventura Celebes Capital, Grab Holding, Fazz Financial Group, Investree, dan investor bisnis terkemuka Pandu Sjahrir.
"Seluruh investor ini merupakan mereka yang memiliki pengalaman berinvestasi di perusahaan rintisan, dan mereka yang percaya terhadap ekosistem digital di indonesia," jelasnya, dikutip dari Mediaindonesia.com, Kamis, 26 November 2020.
Menurut Nicko, dana Ventura Sembrani Nusantara melirik area investasi di luar sektor teknologi finansial. Hal ini sesuai dengan tesis investasi beyond fintech, dan juga berfokus kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Hal ini tentunya akan memperkuat BRI sebagai lembaga keuangan mikro terbesar dan sesuai dengan pilar sektor EARTH. Selain memiliki dukungan dari BRI, Dana Ventura Sembrani Nusantara juga menggandeng super-app regional Grab sebagai salah satu investor.
"Grab merupakan salah satu unicorn yang percaya dengan kearifan lokal Indonesia dalam menumbuhkan ekosistem yang sejalan dengan tesis investasi kami untuk Sembrani Nusantara, dan tentunya akan membawa investasi Indonesia ke panggung dunia," pungkas Nicko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News