Wakil Presiden Ma'ruf Amin - - Foto: Antara/ Hafidz Mubarak
Wakil Presiden Ma'ruf Amin - - Foto: Antara/ Hafidz Mubarak

Pelaku Keuangan Syariah Harus Manfaatkan Teknologi Digital

Ekonomi ekonomi syariah transformasi digital keuangan syariah
Husen Miftahudin • 07 Agustus 2020 14:10
Jakarta: Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta para pelaku ekonomi dan keuangan syariah memanfaatkan teknologi digital di tengah pandemi covid-19. Pasalnya, kehadiran wabah tersebut membuat masyarakat lebih banyak menggunakan layanan digital untuk bisa saling berinteraksi dan bertransaksi.
 
Dari sisi aktivitas ekonomi misalnya, saat ini hampir seluruh kegiatannya dilakukan secara daring (online) dan memanfaatkan teknologi internet. Bahkan penggunaan teknologi internet sudah merasuk pada kebiasaan masyarakat dalam berbelanja kebutuhan pokok secara daring.
 
"Perubahan ini tidak bisa dihindari. Maka itu bila kita ingin bertahan dan berkelanjutan, menurut saya, pandemi covid-19 dengan segala dampaknya harus diikuti dengan perubahan mendasar bagi pelaku ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," ujar Ma'ruf dalam pembukaan acaraIndonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Ke-7 Tahun 2020secara virtual, Jumat, 7 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait dengan hal tersebut, tegas Wapres, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah juga harus disertai dengan pengembangan teknologi digital untuk mendukung seluruh aktivitas ekonomi dan keuangan syariah. "Pelaku ekonomi dan keuangan syariah harus menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut sehingga pemanfaatan teknologi digital dan transaksionlinemenjadi mutlak diperlukan," ucapnya.
 
Dari sisi produk, misalnya, pemberlakuan tatanan baru dengan aspek kesehatan dan higienitas menjadi hal yang mutlak dipenuhi para pelaku ekonomi dan keuangan syariah. Hal ini memberikan peluang yang sangat besar bagi industri produk halal.
 
Ma'ruf menegaskan bahwa produk halal harus menjadi pilihan rasional bagi seluruh kalangan. Bukan hanya sekadar karena kehalalannya semata.
 
"Produk halal harus berkualitas, enak rasanya, sehat, bergizi, higienis, dan tayib (baik), makanan halal merupakan good food. Dengan demikian produk halal akan menjadi pilihan konsumen selama dan pascapandemi," urai dia.
 
Selain itu, produk-produk yang berkaitan dengan kesehatan dan kenyamanan masyarakat selama pandemi dan setelahnya juga menjadi peluang baru bagi pelaku ekonomi dan keuangan syariah untuk dapat turut menyediakan berbagai produk dan jasa yang terkait.
 
"Adaptasi adalah kunci bagi kita untuksurvive, karena itu saya meminta kepada kita semua pelaku ekonomi dan keuangan syariah untuk beradaptasi mengikuti perubahan yang sedang terjadi agar tidak tertinggal," pungkas Ma'ruf.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif