Pergerakan Bitcoin kembali menunjukkan daya tahannya di tengah gejolak pasar global.
Pergerakan Bitcoin kembali menunjukkan daya tahannya di tengah gejolak pasar global.

Sentimen Pasar Masih Extreme Fear, Bitcoin Justru Rebound ke USD79.000

Arif Wicaksono • 03 Februari 2026 15:21
Ringkasnya gini..
  • Pada Selasa pagi pukul 08.00 WIB, harga Bitcoin (BTC) tercatat menguat sekitar 1,6% dan kembali ke area USD79.000, setelah sempat tertekan hingga kisaran USD74.000 dalam sehari sebelumnya.
  • Dominasi Bitcoin di pasar (BTC Dominance) bertahan di sekitar 60%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto naik ke kisaran US$2,63 triliun, menandakan aliran modal kembali masuk ke aset berisiko.
Jakarta:  Pergerakan Bitcoin kembali menunjukkan daya tahannya di tengah gejolak pasar global. Pada Selasa pagi pukul 08.00 WIB, harga Bitcoin (BTC) tercatat menguat sekitar 1,6% dan kembali ke area USD79.000, setelah sempat tertekan hingga kisaran USD74.000 dalam sehari sebelumnya.
 
Panji Yudha, Financial Expert Ajaib menjelaskan penguatan ini ikut mendorong sentimen pasar kripto secara keseluruhan. Dominasi Bitcoin di pasar (BTC Dominance) bertahan di sekitar 60%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto naik ke kisaran US$2,63 triliun, menandakan aliran modal kembali masuk ke aset berisiko.
 

Pemulihan harga Bitcoin terjadi seiring membaiknya sentimen global setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat. Indeks ISM Manufacturing PMI Januari tercatat di level 52,6%, lebih tinggi dari ekspektasi pasar dan mengindikasikan fase ekspansi sektor manufaktur yang berlanjut. Data ini memicu optimisme bahwa perekonomian AS masih cukup solid, sehingga mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto.
 
Namun, reli harga ini belum sepenuhnya menghilangkan tekanan volatilitas. Dalam 24 jam terakhir, pasar derivatif kripto diguncang oleh likuidasi besar-besaran. Data CoinGlass menunjukkan total posisi leverage yang terlikuidasi mencapai sekitar US$729 juta. Mayoritas kerugian datang dari posisi long yang terpangkas sekitar US$453 juta, sementara posisi short menyumbang sekitar US$276 juta.

Tekanan tersebut tercermin jelas dalam indikator sentimen pasar. Crypto Fear & Greed Index merosot ke level 14, yang masuk kategori extreme fear. Kondisi ini mengindikasikan kehati-hatian investor masih sangat tinggi, meskipun harga Bitcoin mulai menunjukkan tanda pemulihan teknikal.
 
Menariknya, gejolak tidak hanya terjadi di pasar kripto. Aset lindung nilai tradisional juga mengalami tekanan signifikan. Harga emas dilaporkan turun tajam hingga di bawah USD5.000, sementara perak mencatatkan penurunan terdalamnya sejak 1980. Aksi jual ini mencerminkan pergeseran investor global yang memilih mengamankan likuiditas ke Dolar AS di tengah ketidakpastian makro.
 
Ketidakpastian tersebut diperparah oleh perkembangan kebijakan fiskal di Amerika Serikat. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mengonfirmasi bahwa rilis laporan ketenagakerjaan Januari ditunda akibat partial government shutdown. Jadwal baru akan ditetapkan setelah pendanaan pemerintah kembali disetujui, dengan pemungutan suara di DPR AS yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
 
Untuk jangka pendek, pergerakan Bitcoin diperkirakan masih akan fluktuatif. Secara teknikal, BTC berpotensi bergerak di rentang USD78.000–USD81.000, sementara Ethereum diproyeksikan bergerak di kisaran USD2.300–USD2.500. Arah pasar selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh kejelasan data ekonomi AS dan perkembangan sentimen global dalam beberapa hari ke depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan