Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Reksa Dana Terproteksi Bisa Jadi Pilihan bagi Investor

Eko Nordiansyah • 22 November 2022 11:40
Jakarta: Minat investasi masyarakat Indonesia kembali menggeliat tumbuh pascapandemi, terutama instrumen reksa dana. Namun yang penting untuk diketahui bagi investor pemula yakni, produk reksa dana yang paling menarik dan aman adalah jenis reksa dana terproteksi. 
 
Manajer Investasi (MI) PT Samuel Aset Manajemen Dian Amellya mengatakan, produk investasi ini memiliki perbedaan dibandingkan dengan produk reksa dana lainnya. Sebab produk ini memberi perlindungan 100 persen pokok investasi pada saat jatuh tempo. 
 
"Jenis reksa dana terproteksi memberi perlindungan 100 persen pada pokok investasi, produk ini berbeda dengan jenis reksa dana terbuka dan reksa dana indeks," kata dia dalam webinar dilansir, Selasa, 22 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengungkapkan, semua investasi tentu saja memiliki risiko. Hanya saja, lanjut Dian, reksa dana terproteksi relatif aman karena memberi perlindungan pada pokok investasi kendati portofolio reksa dana dapat mengalami penurunan nilai atas potensi manfaat yang didapat.
 
"Namun pokok investasinya tetap aman sepanjang pencairannya sesuai waktu yang telah ditentukan oleh Manajer Investasi," lanjut dia.
 
Dian menceritakan, Samuel Aset Manajemen pernah menghadapi tantangan ketika penerbit obligasi yang menjadi underlying reksa dana terproteksi mengalami gagal bayar. Saat itu pihaknya bertanggungjawab penuh dan menalangi semua pokok investasi atas produk reksa dana terproteksi.
 
"Kami pernah mengalami gagal bayar ketika salah satu underlying aset terproteksi kami mengalami gagal bayar, itu Samuel mengganti seluruhnya, karena kami menjaga nama baik kami sebagai perusahaan manajemen aset investasi, jadi kami mengganti seluruh uang gagal bayar tersebut," kata Dian.
 
Baca juga: Pentingnya Diversifikasi Investasi di Tengah Ambruknya Rupiah

 
Dalam hal pertanggunjawaban, manajer investasi adalah pihak yang bertanggungjawab langsung terhadap investor. Apalagi produk reksa dana terproteksi menuntut bukan hanya pertanggungjawaban dari aspek komunikasi, namun juga dari perlindungan pokok modal investor.
 
Sedangkan pada sisi lain, penerbit obligasi adalah pihak yang bertanggungjawab terhadap manajer investasi sehinggga tatkala mengalami gagal bayar, penerbit obligasi melakukan komunikasi untuk memberi pertanggunjawaban terhadap manajer investasi. 
 
"Jadi, nasabah urusannya dengan kami sebagai manajer investasi, kami bertanggungjawab langsung dengan investor atau nasabah, sedangakan penerbit obligasi bertanggungjawab terhadap kami sebagai MI, dan ketika penerbit obligasi mengalami gagal bayar, biasanya melalui proses hukum antara MI dan penerbit obligasi," ungkapnya.
 
(END)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif