Ilustrasi. FOTO: Daniel Roland/AFP
Ilustrasi. FOTO: Daniel Roland/AFP

Ketegangan Perdagangan Bebani Pertumbuhan Ekonomi Eropa

Ekonomi ekonomi eropa uni eropa
Medcom • 09 November 2019 18:03
Brussels: Uni Eropa memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk zona euro karena ketegangan perdagangan global dinilai membebani kawasan dan membatasi ekspansi ekonomi. Peringatan dari Komisi Eropa datang pada saat bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) memulai putaran stimulus baru guna menopang pertumbuhan yang rapuh.
 
"Fakta bahwa pertumbuhan tidak lagi diharapkan untuk pulih secara berarti dalam dua tahun ke depan adalah perubahan besar dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya dan didasarkan pada penilaian bahwa banyak fitur dari perlambatan global akan bertahan," kata Komisi Eropa dalam Laporan Prakiraan Ekonomi Musim Gugur.
 
"Yang paling penting, lonjakan dalam ketegangan perdagangan dan tingginya ketidakpastian tentang kebijakan perdagangan kemungkinan besar telah menyebabkan kerusakan abadi pada perdagangan dunia," tambah Komisi Eropa, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 9 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun ketidakpastian seputar perdagangan meliputi hubungan di masa depan antara Inggris dan Uni Eropa karena keduanya perlu menetapkan aturan perdagangan baru usai Brexit. Kemudian preferensi konsumen baru dalam industri mobil dan volatilitas dalam perdagangan AS-Tiongkok.
 
Akibatnya, Komisi Eropa memangkas perkiraan ekonomi zona euro pada 2019 dan 2020. Daerah beranggotakan 19 negara itu kini akan tumbuh pada kecepatan 1,1 persen di tahun ini dan 1,2 persen pada 2020. Dalam perkiraan sebelumnya, keluar pada Mei, Komisi Eropa memperkirakan tingkat pertumbuhan 1,2 persen untuk zona euro pada 2019 dan 1,5 persen untuk 2020.
 
"Kami memasuki periode baru. Selama tujuh tahun kami memiliki pertumbuhan berturut-turut dan selama tiga tahun terakhir, hingga 2019, tingkat yang sangat besar. Ini jelas bukan masalahnya lagi. Kami masih memiliki pertumbuhan dan jadi kami sama sekali tidak mempersiapkan skenario resesi apapun," kata Komisaris Ekonomi UE Pierre Moscovici.
 
Di sisi lain, Kepala Badan PBB yang bertanggung jawab untuk mempromosikan perdagangan di seluruh negara maju telah memperingatkan bahwa perang tarif antara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) akan membuat ekonomi global mengalami resesi. Hal tersebut tentu diharapkan tidak terjadi demi kepentingan bersama.
 
"Itu berarti langsung menuju resesi. Semua ini menunjuk ke satu arah. Jika kita terus menggali lubang yang sama, kita akan melihat resesi besar," kata Direktur Eksekutif International Trade Center (ITC) Arancha Gonzalez, dalam sebuah wawancara setelah pertemuan dengan pejabat Komisi Eropa.
 
Tarif AS untuk produk-produk Eropa senilai USD7,5 miliar dijadwalkan mulai berlaku pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memberi wewenang kepada AS untuk mengambil tindakan balasan terhadap UE guna memperbaiki dekade-dekade sebelumnya terkait subsidi ilegal kepada produsen pesawat terbang Airbus.
 
Komisi Eropa, yang mengawasi kebijakan perdagangan untuk Uni Eropa, telah berulang kali mengatakan bahwa mereka ingin memasuki negosiasi dengan Amerika Serikat untuk menyelesaikan perselisihan tanpa menggunakan tarif. Komisi Eropa menilai tindakan itu penting guna meredam terjadinya perang dagang.
 
"Apa yang kita ketahui secara mendasar adalah bahwa tarif tidak menyelesaikan masalah," ungkap Gonzalez.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif