Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP/Jim WATSON)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP/Jim WATSON)

Lagi, Trump Desak Fed Turunkan Suku Bunga

Ekonomi ekonomi amerika the fed
06 Juli 2019 15:30
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengulangi desakannya kepada Federal Reserve untuk segera menurunkan suku bunga acuan. Trump mengatakan langkah seperti itu akan lebih meningkatkan perekonomian, terutama di tengah perang dagang yang sedang terjadi dengan Tiongkok.
 
Mengutip Antara, Sabtu, 6 Juli 2019, dalam komentar yang dibuat kepada wartawan di luar Gedung Putih, Trump juga menggembar-gemborkan tingkat pengangguran yang rendah di negara itu sebesar 3,7 persen dan 224.000 pekerjaan ditambahkan bulan lalu, dalam angka yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja.
 
Trump telah berulang kali menentang bank sentral untuk menaikkan suku bunga dan terhadap Ketua the Fed Jerome Powell, yang dinominasikan Trump, khususnya. Pejabat Fed, pada gilirannya, berpendapat bahwa kenaikan suku bunga tahun lalu adalah tindakan pencegahan yang tepat terhadap inflasi atau gelembung sektor keuangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tetapi sentimen pejabat-pejabat Fed mulai bergeser pada Mei, di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan perdagangan Trump mulai merusak sentimen ekonomi, investasi bisnis, dan pertumbuhan. Pejabat-pejabat Fed siap untuk memotong suku bunga sebanyak setengah poin persentase pada akhir tahun.
 
Sementara itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menekankan independensi bank sentral di tengah tekanan terus menerus dari Gedung Putih untuk memangkas suku bunga acuan. Tidak ditampik, Presiden AS Donald Trump terus menyerang the Fed karena terlalu mengetatkan kebijakan moneter dengan mematok suku bunga acuan di level tinggi.
 
Pernyataannya mencerminkan hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal di minggu lalu. Powell menekankan bahwa kebijakan moneter sedang ditinjau meski dia tidak secara terang-terangan mengatakan bahwa ada rencana penurunan suku bunga acuan. Adapun penurunan suku bunga didukung data perekonomian AS seperti data tenaga kerja.
 
"Sejak awal tahun, kami telah mengambil sikap sabar terhadap penilaian kebutuhan untuk setiap perubahan kebijakan. Kami sekarang menyatakan bahwa Komite akan memonitor secara dekat implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi dan akan bertindak sesuai arah guna mempertahankan ekspansi," katanya.
 
Dirinya menekankan faktor politik tidak akan menjadi pertimbangan bagi the Fed. "The Fed terisolasi dari tekanan politik jangka pendek. Kongres memilih untuk mengisolasi the Fed dengan cara ini karena telah melihat kerusakan yang sering muncul ketika kebijakan cenderung untuk kepentingan politik jangka pendek," tuturnya.
 
"(Padahal) bank-bank sentral di negara-negara demokrasi utama di dunia memiliki independensi yang sama," tambah Powell.
 
Lebih lanjut, dirinya membahas serangkaian kondisi yang berubah sejak the Fed melakukan pertemuan pada awal Mei dan mencatat bahwa tekanan perdagangan serta revisi lebih lanjut dalam prospek pertumbuhan global telah menyebabkan untuk memikirkan ulang suatu kebijakan.
 
"Apa yang terjadi adalah banyak hal telah berubah sejak 1 Mei, secara signifikan. Gambaran risiko global telah berubah," pungkas Powell.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif