Presiden AS Donald Trump. FOTO: MANDEL NGAN/AFP)
Presiden AS Donald Trump. FOTO: MANDEL NGAN/AFP)

Trump Berencana Bahas Kesepakatan Dagang Usai Pilpres 2020

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 07 Desember 2019 15:05
London: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menunggu sampai Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020 selesai untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok. Adapun pernyataan ini tentu memicu kekhawatiran bahwa kesepakatan dagang dengan mitra dagang utamanya tidak akan tercapai dalam waktu dekat.
 
"Dalam beberapa hal, saya suka ide menunggu sampai selesai pemilihan untuk kesepakatan dagang dengan Tiongkok. Tetapi mereka ingin membuat kesepakatan sekarang dan kita akan melihat apakah kesepakatan itu akan benar," kata Trump, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 7 November 2019.
 
Sebagai tanggapan atas komentar Trump tersebut, indeks saham di bursa Wall Street tergelincir cukup dalam. Para pedagang akhirnya mencerna adanya kemungkinan penundaan terkait kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Bukan tidak mungkin kondisi ini bisa memicu katalis negatif yang lebih luas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tidak punya batas waktu, tidak," tegas Trump, ketika ditanya apakah dia memiliki tenggat waktu untuk kesepakatan itu. Sayangnya, Trump tidak merinci apakah dia mengomentari kesepakatan perdagangan yang lengkap antara dua ekonomi terbesar di dunia atau perjanjian fase satu yang baru-baru ini Trump puji.
 
Adapun Washington dan Beijing telah memberlakukan tarif pada barang-barang satu sama lain bernilai miliaran dolar sejak awal 2018. Kondisi itu menghancurkan pasar keuangan dan membuat sentimen bisnis serta konsumen kian memburuk. Batas waktu tarif berikutnya adalah 15 Desember.
 
Jika kedua belah pihak tidak dapat mencapai kesepakatan pada saat itu, pungutan tambahan AS terhadap ekspor Tiongkok akan berlaku. Produk yang ditargetkan termasuk laptop dan smartphone buatan Tiongkok. Sementara Tiongkok menyatakan siap melakukan pembalasan jika tarif baru tersebut diberlakukan oleh Trump.
 
Dalam konteks ini, Trump mengklaim Tiongkok telah merobek Amerika Serikat selama bertahun-tahun. Trump mengatakan kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok hanya bergantung pada satu hal yakni apakah Tiongkok sendiri ingin membuatnya atau tidak.
 
"Kami melakukan yang sangat baik dengan Tiongkok saat ini, dan kami bisa melakukan yang lebih baik dengan mengibaskan pena," kata Trump, sebelum mengklaim bahwa Tiongkok memiliki tahun terburuk sejauh ini dalam 57 tahun.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif