Ilustrasi (Foto: Media Indonesia)
Ilustrasi (Foto: Media Indonesia)

Dua Alasan OECD Mengkhawatirkan Perdagangan Global

Ekonomi perdagangan bebas ekonomi dunia
Angga Bratadharma • 13 Juli 2019 15:05
Paris: Kepala Ekonom OECD Laurence Boone mengatakan menghambat pertumbuhan perdagangan di beberapa bagian dunia di tengah meningkatnya sengketa perdagangan dan penurunan investasi sangat mengkhawatirkan. Tentu ada harapan agar ketidakpastian di sisi perdagangan bisa segera selesai demi kepentingan bersama.
 
"Saya telah sangat khawatir tentang apa yang terjadi di sisi perdagangan. Biarkan saya memberi Anda dua angka. Dua tahun lalu, pada 2017, pertumbuhan perdagangan adalah 5,5 persen dan hari ini mendekati dua persen. Dan di beberapa daerah seperti Eropa bahkan mendekati nol persen," katanya, seperti dikuti dari CNBC, Sabtu, 13 Juli 2019.
 
Boone menambahkan perdagangan dan pertukaran sangat penting untuk kompetisi, inovasi, dan pekerjaan. Karenanya, jika ada gangguan maka bisa berdampak negatif terhadap kesemuanya itu. "Lebih dari sepertiga pekerjaan di setiap negara sebenarnya di perusahaan yang bergerak di bidang ekspor," tuturnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nomor lain yang ingin saya soroti adalah investasi. Sekali lagi pada 2017 investasi tumbuh lebih dari 3,5persen per tahun dan hari ini tumbuh kurang dari 1,7 persen setahun serta dengan investasi berjalan. Jadi, kami perlahan-lahan mengikis pertumbuhan dan membawanya ke wilayah yang sangat rendah," ucapnya.
 
"Kami tidak mampu melakukannya ketika kami masih harus meningkatkan standar hidup banyak orang," tambahnya.
 
Ada 36 anggota di Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang berbasis di Paris. Tujuannya adalah untuk mempromosikan kebijakan yang mendorong kemakmuran, kesetaraan, peluang dan kesejahteraan bagi semua orang.
 
Adapun OECD telah memperingatkan bahwa intensifikasi perselisihan antara AS dan Tiongkok kemungkinan akan menekan sebanyak 0,7 persen dari tingkat PDB global pada 2021-2022. OECD memperkirakan ekonomi global akan tumbuh sebesar 3,2 persen pada 2019 dan 3,4 persen pada 2020.
 
Lebih lanjut, Boone memperingatkan, ketidakpastian telah diciptakan oleh beberapa situasi global yang sedang berlangsung, termasuk pertengkaran perdagangan AS, ketegangan dengan sanksi AS terhadap produsen minyak Iran dan Brexit di Eropa.
 
"Semua risiko ini benar-benar merusak pertumbuhan hari ini dan besok," tukasnya seraya memberikan contoh Brexit bahwa sejak referendum tentang keanggotaan UE pada 2016, pertumbuhan investasi di Inggris telah menjadi garis datar.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif