CEO Inventis Sebut Perang Dagang dari Trump Hanya Propaganda
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP/Josh Edelson)
Bahrain: Pidato keras dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang perdagangan dinilai lebih bersifat propaganda. Tentu banyak pihak berharap AS tidak memberlakukan pengenaan tarif yang tinggi untuk baja dan alumunium dan segera menghentikan langkah proiteksionismenya demi kepentingan bersama.

Ketika ditanya apakah ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap kebijakan tarif yang tinggi dan perang dagang dengan Tiongkok terlalu dibesar-besarkan, Kepala Eksekutif Inventis Investment Holdings Yong Kwek Ping menegaskan, kondisi itu tidak terlalu mengganggu.

"Saya pikir ini lebih untuk politik dan propaganda serta memberi tahu kepada pemilih AS mengenai apa yang dia coba lakukan dan bagaimana dia menjaga kepentingan AS," kata Kewk Ping, di Bahrain, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 12 Mei 2018.

"Trump telah menyebutkan bahwa Presiden (Tiongkok) Xi adalah teman baiknya. Saya pikir Trump akan sangat dibatasi, sangat berhati-hati dalam memulai perang dagang yang serius," tambahnya.



Trump pada awal April mengumumkan daftar impor Tiongkok yang dikenakan tarif tinggi yang disebut sebagai praktik perdagangan tidak adil di pihak Beijing. Sedangkan Tiongkok menanggapi dengan mengancam mengenakan tarif yang juga tinggi kepada AS. Kondisi ini tentu meningkatkan kekhawatiran mengenai terjadinya perang dagang.

Tarif yang tinggi belum berlaku, dan negosiasi saat ini sedang berlangsung meskipun beberapa tanda kesepakatan telah muncul. Defisit perdagangan AS dengan Tiongkok dalam barang dan layanan mencapai USD566 miliar pada 2017, meningkat 12 persen pada tahun sebelumnya dan tingkat tertinggi sejak 2008.

"Saya pikir perang selalu tidak baik dan mari selalu berusaha untuk menghindari perang," kata Yong.

Didirikan pada 2000, Inventis Investment Holdings memiliki sekitar USD10 miliar dalam aset yang dikelola. Private Equity International pada 2017 menempatkan Inventis di antara 50 perusahaan ekuitas swasta terbesar di dunia, dan yang terbesar kedua di Asia.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id