Erdogan <i>Ngotot</I> Terapkan Suku Bunga Rendah
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (AFP).
Istanbul: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut suku bunga sebagai alat eksploitasi yang harus dijaga serendah mungkin. Dia bahkan menolak menyepakati langkah sebagian besar bank sentral yang menaikan suku bunganya untuk menekan melemahnya mata uang dan inflasi.

"Suku bunga harus dijaga agar tetap rendah karena mereka adalah alat eksploitasi yang membuat orang miskin semakin miskin dan yang kaya akan semakin kaya," kata Erdogan dalam pidato di kota Laut Hitam, Rize dikutip dari Channel News Asia, Minggu, 12 Agustus 2018.

Dia menjelaskan bahwa tak akan menaikkan suku bunga karena adanya tekanan dari luar negeri yang memberikan sanksi secara ekonomi. DIa memastikan bahwa hal ini tak pernah diterima oleh Turki.

"Kami tidak pernah menerima perintah ini yang menyatakan perang ekonomi ke seluruh dunia dan yang menahan negara-negara untuk menebus melalui ancaman sanksi," tambahnya yang mengacu pada pemerintah AS.

Erdogan mengatakan tingginya nilai tukar mata uang asing adalah cara yang digunakan dalam plot melawan kedaulatan Turki.

"Kami tahu betul bahwa masalah ini bukan dolar, euro, atau emas. Mereka adalah peluru, peluru meriam dan rudal dari perang ekonomi yang dilancarkan terhadap negara kami," tegasnya.

Dia mengatakan bahwa pemerintahnya telah mengambil tindakan sebagai tanggapan, dan akan terus melakukannya.

Bank sentral Turki telah menolak tekanan selama beberapa minggu terakhir untuk menaikkan suku bunga dalam menghadapi inflasi tinggi dan kejatuhan mata uang. Lira jatuh 16 persen terhadap dolar pada Jumat.

Kejatuhan mata uang lira setelah Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif untuk baja dan aluminium dari Turki, menambah tekanan pada ekonomi di tengah pertikaian diplomatik dengan Washington mengenai penahanan seorang pendeta oleh Turki.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id