Ilustrasi. AFP PHOTO/BEN STANSALL
Ilustrasi. AFP PHOTO/BEN STANSALL

Bursa Saham Inggris Melemah 58,45 Poin

Ekonomi bursa saham brexit ekonomi inggris
Antara • 15 November 2019 09:45
London: Saham-saham Inggris ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London melemah 0,80 persen atau 58,45 poin, menjadi 7.292,76 poin.
 
Mengutip Antara, Jumat, 15 November 2019, perusahaan multinasional ekuitas swasta dan modal ventura 3i Group mengalami kerugian terbesar di antara saham-saham unggulan dengan harga sahamnya jatuh 4,58 persen.
 
Disusul oleh saham perusahaan konglomerat telekomunikasi multinasional Inggris Vodafone Group yang merosot 3,31 persen; serta kelompok perusahaan penjualan internasional, pemasaran dan layanan dukungan DCC, kehilangan 3,28 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, Burberry Group, sebuah perusahaan fashion mewah Inggris, melonjak 3,35 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar dari saham-saham unggulan. Diikuti oleh saham perusahaan penyedia asurans Hiscox dan perusahaan jangkar botol Coca-Cola terbesar ketiga di dunia Coca-Cola HBC, yang masing-masing meningkat sebesar 2,64 persen dan 2,12 persen.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor mencerna data ekonomi utama serta laporan pendapatan perusahaan terbaru. Di sisi lain, negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok kembali mengalami kebuntuan yang memicu ketidakpastian hadir lagi.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 1,63 poin atau 0,01 persen menjadi 27.781,96. Sementara S&P 500 meningkat sebanyak 2,59 poin atau 0,08 persen menjadi 3.096,63. Indeks Komposit Nasdaq turun 3,08 poin, atau 0,04 persen, menjadi 8.479,02.
 
Di sisi ekonomi, klaim pengangguran mingguan mencapai 225.000 minggu lalu, naik 14.000 dari tingkat yang tidak direvisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan. Dalam berita perusahaan, Cisco mengeluarkan panduan pendapatan yang lebih lemah dari perkiraan untuk kuartal kedua fiskal.
 
Sahamnya turun lebih dari tujuh persen setelah perusahaan mengatakan mereka memperkirakan 75 sen menjadi 77 sen dalam laba per saham Non-GAAP, dan penurunan pendapatan tahunan dari tiga persen menjadi lima persen pada kuartal kedua fiskal.
 
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengkritik kebijakan moneter Federal Reserve. Trump mengatakan keraguan bank sentral AS dalam menurunkan suku bunga acuan membatasi pertumbuhan ekonomi Paman Sam dan pergerakan pasar saham.
 
Dalam pidato yang disampaikan di Economic Club of New York, Trump menekankan bahwa ekonomi AS tetap kuat, mengutip data pasar tenaga kerja yang membaik. Dia mengatakan pemerintahannya telah memenuhi janjinya dan melampaui ekspektasi dari sisi perekonomian.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif