Ilustrasi (AFP PHOTO/Tolga AKMEN)
Ilustrasi (AFP PHOTO/Tolga AKMEN)

Bursa Saham Inggris Berakhir Tertekan

Ekonomi ekonomi inggris
05 Juli 2019 09:47
London: Saham-saham Inggris berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun tipis 0,08 persen atau 5,74 poin, menjadi 7.603,58 poin. Sejauh ini, ketidakpastian Brexit masih memberikan dampak terhadap pasar saham.
 
Mengutip Antara, Jumat, 5 Juli 2019, Coca-Cola HBC, jangkar botol Coca-Cola, mencatat kerugian terbesar di antara saham-saham unggulan dengan harga sahamnya anjlok 6,73 persen.
 
Diikuti oleh saham International Consolidated Airlines Group, sebuah perusahaan induk maskapai penerbangan multinasional Anglo-Spanyol, yang jatuh 6,00 persen, serta Evraz, perusahaan pembuat dan penambangan baja multinasional terintegrasi secara vertikal, turun 2,89 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Burberry Group, sebuah perusahaan fesyen mewah Inggris, terangkat 1,93 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar dari saham-saham unggulan.
 
Disususl saham CRH, grup perusahaan internasional yang memproduksi dan memasok berbagai produk untuk industri konstruksi, serta perusahaan perjalanan wisata terbesar di dunia Carnival, yang masing-masing meningkat 1,80 persen dan 1,53 persen.
 
Di sisi lain, pasar tampak sebagian besar tidak bergerak oleh penahanan kapal tangki super di Gibraltar oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris, yang kemungkinan membawa minyak mentah Iran menuju Suriah, ketika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat telah berkobar karena serangan misterius terhadap tanker di Teluk Oman dalam beberapa bulan terakhir.
 
Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan penurunan mingguan 1,1 juta barel dalam stok minyak mentahnya, jauh lebih kecil dari penarikan 5,0 juta barel yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute (API) pada awal pekan ini.
 
"Data persediaan sama sekali tidak mendukung harga lebih tinggi. Bukan hanya pengurangan persediaan minyak mentah terbukti lebih kecil dari yang diharapkan -itu juga jauh dari yang dilaporkan oleh API sehari sebelumnya," tulis Commerzbank dalam sebuah catatan kepada klien.
 
Persediaan AS turun lebih rendah dari yang diperkirakan karena kilang-kilang AS pekan lalu mengkonsumsi lebih sedikit minyak mentah dari minggu sebelumnya dan memproses minyak dua persen lebih sedikit dari setahun lalu, data EIA menunjukkan, meskipun berada di tengah-tengah musim permintaan bensin musim panas.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif