Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Kurs Dolar AS Kokoh

Ekonomi dolar as
Angga Bratadharma • 11 September 2019 09:31
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) naik pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena investor menunggu keputusan kebijakan moneter dari negara-negara besar. Bank sentral Eropa akan meninjau kebijakannya akhir pekan ini, sementara Federal Reserve AS memulai pertemuan pengaturan kebijakan dua hari pada 17 September.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 11 September 2019, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,05 persen pada 98,3332 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1046 dari USD1,1052 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2353 dari USD1,2345 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,6860 dibandingkan dengan USD0,6862. Dolar AS membeli 107,43 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 107,15 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9909 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9917 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3150 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3163 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, saham-saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan tiga indeks utama mencatat sedikit perubahan. Hal itu karena pasar saham ditarik kembali oleh sektor saham teknologi yang mundur secara keseluruhan, yang dipimpin oleh kerugian saham dari perusahaan besar.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 73,92 poin atau 0,28 persen menjadi 26.909,43. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 0,96 poin atau 0,03 persen menjadi 2.979,39. Indeks Komposit Nasdaq turun 3,28 poin atau 0,04 persen menjadi 8.084,16.
 
Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow Jones meraih keuntungan di sekitar penutupan pasar, dengan saham Apple naik sebanyak 1,18 persen, menghapus kerugian pada pagi harinya. Ada harapan agar kondisi ini bisa terus bertahan dan terjadi di masa-masa mendatang.
 
Enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar bel penutupan, dengan sektor energi naik hampir 1,3 persen, memimpin kenaikan. Namun sektor teknologi informasi turun hampir 0,5 persen, di antara saham yang berkinerja terburuk.
 
Sebagian besar saham FAANG yang diamati dengan cermat, atau lima saham teknologi paling populer dan berkinerja terbaik di pasar, yaitu Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google Alphabet, mencatat kerugian selama sesi pagi, dengan saham Netflix turun 2,16 persen.
 
Saham Ctrip.com International turun 2,68 persen, setelah raksasa jasa perjalanan Tiongkok melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan untuk kuartal kedua. Namun, pendapatan kuartalannya sedikit lebih rendah dari perkiraan pasar.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif