Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Petinggi Chevron Temui JK Bahas Perkembangan Blok Rokan

Ekonomi chevron Blok Rokan
Husen Miftahudin • 19 Februari 2019 20:11
Jakarta: Jajaran petinggi perusahaan minyak, Chevron menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memperkenalkan Nigel Hearne yang baru menjabat sebagai President Chevron Asia Pacific Exploration and Production untuk menggantikan Stephen W. Green yang akan bertugas ke Amerika Utara. Dalam pertemuan itu, keduanya sempat membahas perkembangan pelepasan Blok Rokan ke Pertamina.
 
Senior Vice Presiden Policy and Government and Public Affairs Chevron Pacific Indonesia, Wahyu Budiarto mengatakan pihaknya menghormati keputusan Pemerintah Indonesia yang meminta Blok Rokan dioperasikan Pertamina pada 2021. Wahyu bilang, transisi pelepasan Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina berjalan dengan baik.
 
"Saat ini kita sedang bekerja dengan Pertamina agar memastikan transisinya lancar," ujar Wahyu di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain soal Blok Rokan, Chevron juga menyatakan komitmen investasi dalam proyek ultra laut dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD). Dalam proyek tersebut, Chevron sudah merevisi proposal studi perencanaan pengembangan lapangan alias Plan of Development (PoD).
 
"Kita sedang membicarakan dengan pemerintah, semoga bisa menemukan solusi agar bisa melaksanakan proyek tersebut," harapnya.
 
Namun demikian, Wahyu belum mau menyebutkan besaran investasi yang digelontorkan Chevron untuk proyek baru tersebut. Ia hanya menyampaikan bahwa proposal yang diajukan dapat menjadi solusi terbaik antara pemerintah dan kontraktor.
 
"Kita enggak bicara detail komersialnya, tetapi kita selalu mencari solusi yang bagus bagi pemerintah dan kontraktor," beber dia.
 
Saat ini, Pertamina menyatakan transisi pengelolaan Blok Rokan dari Chevron Pacific Indonesia akan dilakukan lebih awal sejak tahun ini. Meski, perseroan baru akan memiliki hak kelola secara resmi pada 2021.
 
Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu mengatakan, pihaknya telah mulai menjalin koordinasi dengan Chevron serta Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) dalam masa transisi saat ini. Pertamina akan mengganti pipa untuk mengaliri minyak mentah di blok tersebut tanpa harus menunggu pengoperasian di 2021.
 
Adapun pipa yang akan diganti, yakni untuk jalur Minas-Duri-Dumai serta Batam-Bangka Dumai. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah adanya produksi yang tidak bisa dialirkan karena pipanya yang tidak dirawat.
 
Selain penggantian pipa, Pertamina juga dimungkinkan untuk ikut berpartisipasi bersama Chevron dalam kegiatan pengeboran di Blok Rokan tersebut. Darmawan bilang, saat ini Pertamina sedang melakukan optimalisasi jumlah sumur, terutama terkait bisnis modelnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif