NEWSTICKER
Presiden AS Donald Trump. FOTO: MANDEL NGAN/AFP)
Presiden AS Donald Trump. FOTO: MANDEL NGAN/AFP)

Tarif AS untuk Argentina-Brasil Pengaruhi Keseimbangan Perdagangan

Ekonomi ekonomi amerika brasil argentina Perang dagang
Medcom • 07 Desember 2019 18:02
Buenos Aires: Keputusan Amerika Serikat (AS) memberlakukan kembali tarif impor baja dan aluminium dari Argentina dan Brasil adalah tindakan proteksionisme yang menunjukkan AS mengabaikan tanggung jawab dalam menjaga neraca perdagangan internasional. Keputusan yang diambil negara Paman Sam itu sangat disayangkan karena memiliki efek negatif.
 
"(Pengenaan) tarif merupakan pukulan bagi industri baja dan aluminium Argentina dan Brasil," sebut Ekonom Jorge Marchini, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 7 Desember 2019.
 
Adapun Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengenaan tarif melalui Twitter yang kemudian menuduh Argentina dan Brasil telah membiarkan mata uang mereka terdevaluasi dalam upaya untuk membuat ekspor lebih kompetitif. Ujungnya merugikan petani Amerika Serikat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peningkatan proteksionisme ini mempersulit negara-negara Amerika Latin, Marchini mengatakan, yang selalu menghadapi masalah neraca pembayaran yang harus mereka lawan dengan mencoba mendorong ekspor ke pasar internasional yang semakin tertutup.
 
"Negara-negara Amerika Latin mengalami kesulitan dengan neraca pembayaran. Sehingga negara-negara ini didesak untuk mengekspor lebih banyak, dan pada saat yang sama, pasar yang dapat menyerap mengatakan ekspor sedang ditutup," tuturnya.
 
Lebih buruk lagi, lanjut Marchini, negara sentral seperti Amerika Serikat, dengan kehadiran bersejarah dan signifikan di kawasan itu, memutuskan untuk menutup diri, tersedak atau menekan Amerika Latin, tanpa mengambil tanggung jawabnya sebagai ekonomi pusat dalam keseimbangan internasional.
 
Tarif itu merugikan industri baja dan aluminium Argentina, yang ekspornya bernilai sekitar USD700 juta per tahun. Bagi Aluar, perusahaan aluminium terkemuka di negara itu, penjualannya ke Amerika Serikat mewakili 40 persen dari total produksinya.
 
Adapun keputusan Trump untuk memberlakukan kembali tarif membalikkan keputusannya sendiri di tahun lalu untuk membebaskan negara Amerika Selatan dari tindakan proteksionisme, bersama dengan Brasil, Australia, Uni Eropa, dan Korea Selatan.
 
"Ini adalah wajah yang sangat mengejutkan yang menghasilkan ketidakpastian dan ketidaksepakatan, terutama dalam kasus Argentina mengingat kesulitan bersejarah Argentina dan posisi alternatif sehubungan dengan Amerika Serikat," pungkas Marchini.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif