AS Beri Tekanan Maksimum untuk Ekonomi Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (FOTO: AFP)
Washington: Amerika Serikat (AS) akan menambah 700 individu dan entitas Iran yang dimasukkan ke dalam daftar hitam dan mendorong jaringan perbankan global SWIFT untuk memangkas pergerakan ekonomi Teheran. Hal itu sejalan dengan AS menerapkan kembali sanksinya pada Senin waktu setempat dalam upaya "tekanan maksimum" melumpuhkan perekonomian Iran.

Para pejabat AS bertekad untuk memaksa Teheran agar menghentikan kegiatan nuklirnya karena AS menilai kegiatan nuklir tersebut adalah dukungan luas untuk terorisme di wilayah itu. Adapun AS menerapkan kembali hukuman ekonomi yang berat setelah Pemerintahan Presiden Donald Trump menghentikan perjanjian nuklir Iran 2015.

Selain itu, juga akan ada sanksi untuk memangkas kemampuan Teheran mengekspor minyak, penghasil devisa negara yang paling penting, meski Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan delapan importir akan diberikan pengecualian yang merupakan sebuah tawaran untuk menghindari gangguan terhadap pasar minyak mentah global.

"Sanksi bertujuan merampas rezim pendapatan yang digunakannya untuk menyebarkan kematian dan kehancuran di seluruh dunia. Tujuan utama kami adalah memaksa Iran untuk secara permanen meninggalkan aktivitas kejahatannya yang terdokumentasi dengan baik dan berperilaku sebagai negara normal," kata Pompeo, seperti dikutip AFP, Sabtu, 3 November 2018.

Ketika Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir yang terjadi antara kekuatan dunia dan Iran, dia mulai menerapkan kembali sanksi yang telah ditangguhkan atau dihapus oleh pendahulunya Barack Obama. Dampaknya tetap dipertanyakan karena negara-negara lain, terutama sekutu Eropa, menolak bergabung untuk upaya mencekik rezim Teheran.

Rencana Aksi Komprehensif Gabungan atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) mengungkapkan Inggris, Prancis, Jerman, dan Uni Eropa mengecam keras langkah Amerika Serikat, seperti yang mereka lakukan ketika Washington menarik diri pada Mei dari kesepakatan nuklir Iran.

"JCPOA adalah elemen kunci dari arsitektur non-proliferasi nuklir global dan diplomasi multilateral. Ini sangat penting untuk keamanan Eropa, kawasan, dan seluruh dunia. JCPOA bekerja dan mewujudkan tujuannya," kata JCPOA.

Namun demikian, Pompeo mengatakan, Amerika Serikat akan memberikan pengecualian kepada delapan negara yang telah berjanji atau telah mengurangi pembelian minyak dari Iran, yang telah lama bergantung pada ekspor minyak mentah untuk menggerakkan ekonominya.

Sayangnya, dia tidak menyebutkan delapan negara tersebut. Akan tetapi diyakini sejumlah negara tersebut adalah India, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan tetangga utara Iran, Turki. "Kami tahu Turki adalah salah satu negara yang akan diberikan pengecualian tetapi kami tidak memiliki rinciannya," kata Menteri Energi Fatih Donmez.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id