NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Boeing 737 Max Berpeluang Tidak Terbang hingga 2020

Ekonomi boeing
Angga Bratadharma • 14 Desember 2019 12:04
Washington: Administrasi Penerbangan Federal atau Federal Aviation Administration (FAA) menegaskan regulator penerbangan kemungkinan tidak akan 'membersihkan' pesawat Boeing 737 Max yang bermasalah untuk penerbangan hingga 2020. Artinya pesawat Boeing 737 Max bisa tidak terbang sampai tahun tersebut.
 
"Seperti yang saya katakan ada sejumlah proses yang harus diselesaikan. Jika Anda hanya menghitung, itu akan berlanjut hingga 2020," kata Kepala FAA Steve Dickson, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 14 Desember 2019.
 
Dickson mengatakan tidak ada batas waktu yang jelas kapan 737 Max akan disertifikasi ulang dan ada 10 hingga 11 aspek yang tersisa untuk diselesaikan sebelum dapat disetujui. Dalam konteks ini, Boeing 737 Max harus bersabar dan perlu bersegera menyelesaikan sejumlah persoalan tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami akan mengikuti setiap langkah dari proses, betapapun lamanya. Saya sudah menegaskan bahwa saya akan mendukung orang-orang saya dan itu berarti mereka akan mengambil waktu apapun untuk menyelesaikan proses ini dan melakukannya dengan cara yang benar," ucapnya.
 
Dickson menambahkan timnya saat ini sedang dalam proses meninjau perangkat lunak pesawat dan validasi bagaimana perangkat lunak itu dikembangkan. Adapun komentar Dickson menghancurkan harapan bahwa Boeing mendapatkan sertifikasi ulang pesawat sebelum akhir tahun, kata sebuah laporan CNBC.
 
Tanggal pengembalian pesawat hemat bahan bakar untuk terbang itu telah berulang kali tergelincir. Ketidakpastian telah menjadi tantangan bagi maskapai penerbangan seperti Southwest dan Amerika, yang telah kehilangan ratusan juta dolar dalam pendapatan dengan pesawat tidak beroperasi, kata laporan itu.
 
Sementara itu, Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross memastikan Boeing bakal menuntaskan kompensasi keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air 737 Max. Produsen pesawat asal AS itu baru menuntaskan 11 dari 17 tuntutan ganti rugi yang diajukan keluarga korban.
 
"Jadi Boeing akan datang ke sini. Mereka adalah bagian dari delegasi yang kami miliki hari ini," ujarnya.
 
Menurutnya Boeing telah menunjukkan kesediaan dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tuntutan tersebut, termasuk meminta maaf secara langsung kepada keluarga korban. "Boeing sangat meminta maaf kepada para korban atas apa yang terjadi," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif