Ilustrasi (AFP PHOTO/MAHMUD HAMS)
Ilustrasi (AFP PHOTO/MAHMUD HAMS)

Harga Emas Berjangka Capai USD1.301,8/Ons

Ekonomi harga emas emas ekonomi dunia
14 Mei 2019 07:35
Chicago: Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena investor beralih memarkir dana-dananya ke aset safe haven emas, setelah pasar ekuitas Amerika Serikat (AS) jatuh di tengah meningkatnya gesekan perdagangan antara AS-Tiongkok.
 
Mengutip Antara, Selasa, 14 Mei 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni naik USD14,4 atau 1,12 persen, menembus batas psikologis USD1.300 menjadi USD1.301,8 per ons. Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham sedang merosot, para investor dapat beralih membeli aset safe haven, seperti emas.
 
Tiongkok mengumumkan pada Senin, 13 Mei bahwa mereka akan menaikkan tarif-tarif tambahan yang dikenakan pada beberapa produk Amerika Serikat yang diimpor mulai 1 Juni 2019. Tiongkok sebelumnya telah memberlakukan tarif tambahan untuk impor barang-barang Amerika Serikat senilai USD60 miliar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tarif-tarif tambahan pada beberapa produk sekarang akan dinaikkan menjadi 25 persen, 20 persen, dan 10 persen, menurut pernyataan Komisi Bea Cukai Dewan Negara. Keputusan itu muncul setelah Amerika Serikat bergerak untuk menaikkan tarif barang-barang Tiongkok senilai USD200 miliar dari 10 persen menjadi 25 persen mulai 10 Mei 2019.
 
USD yang melemah juga memberikan dukungan tambahan terhadap emas. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun tipis 0,01 persen menjadi 97,3217 pada pukul 15.00 (19.00 GMT).
 
Emas dan USD juga bergerak berlawanan arah. Jika USD melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam USD menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.
 
Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 1,3 sen AS atau 0,09 persen, menjadi USD14,777 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Juli turun sebanyak USD10,7 atau 1,24 persen, menjadi USD854,9 per ons.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 617,38 poin atau 2,38 persen, menjadi 25.324,99 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 69,53 poin atau 2,41 persen menjadi 2.811,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq merosot 269,92 poin atau 3,41 persen, menjadi 7.647,02 poin.
 
Tiongkok mengatakan akan mengenakan tarif lebih tinggi pada barang-barang Amerika Serikat senilai USD60 miliar meski Presiden Donald Trump memperingatkan untuk tidak membalas terhadap tarif tambahan impor barang-barang Tiongkok yang diumumkan oleh Gedung Putih. Langkah ini memicu kekhawatiran penurunan ekonomi global.
 
"Pasar menyadari bahwa ini adalah kemacetan mutlak pembicaraan (perdagangan) dan semuanya berjalan mundur. Ini bisa sangat burukAda banyak ketidakpastian. Ini akan mendorong perlambatan ekonomi lebih lanjut," kata Kepala Strategi Pasar JonesTrading Michael O'Rourke, di Greenwich, Connecticut.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif