Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Italia dan Uni Eropa Sepakati Solusi Perselisihan Anggaran

Ekonomi ekonomi italia ekonomi eropa uni eropa
Angga Bratadharma • 22 Desember 2018 15:02
Brussels: Uni Eropa dan Italia menyerukan gencatan senjata atas perselisihan kesepakatan anggaran 2019 yang dilakukan Roma. Italia setuju dan berkomitmen untuk tidak menambah beban utang, meski di sisi lain terus berupaya memacu pertumbuhan ekonomi dan memaksimalkan pengelolaan risiko yang lebih baik lagi.
 
Pertama dalam sejarah, pada Oktober 2018, Komisi Eropa menolak anggaran belanja besar Italia yang menjanjikan penghasilan dasar secara universal dan membatalkan reformasi pensiun. Dalam kesepakatannya, Italia setuju untuk mundur pada kedua langkahnya, dan sekarang berkomitmen untuk tidak menambah beban utang sebesar 2 triliun euro di tahun depan.
 
"Negosiasi intensif selama dua minggu terakhir telah menghasilkan solusi untuk 2019. Mari kita perjelas bahwa solusinya tidak ideal. Tapi itu tidak membuka prosedur defisit yang berlebihan pada tahap ini," kata Wakil Presiden Komisi UE Valdis Dombrovskis, di Brussels, seperti dikutip dari AFP, Sabtu, 22 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk memenangkan kompromi, Brussels menawarkan fleksibilitas dalam menghitung anggaran mengingat adanya keadaan luar biasa, termasuk modernisasi infrastruktur setelah runtuhnya jembatan tragis di Genoa Agustus lalu.
 
"Pada dasarnya, perjanjian ini adalah kemenangan untuk dialog konfrontasi," kata Komisaris Urusan Ekonomi Eropa Pierre Moscovici.
 
Uni Eropa dan Italia bernegosiasi secara intensif dalam beberapa hari terakhir dengan kedua belah pihak khawatir bahwa perseteruan yang berlarut-larut akan memberikan beban terhadap pasar dan memicu krisis utang di ekonomi terbesar ketiga zona euro.
 
Situasi semakin memanas dan bisa menjadi duri politik bagi Brussels setelah Prancis pada pekan lalu mengumumkan gelombang belanja baru untuk 2019 yang juga akan melanggar aturan Uni Eropa tentang belanja publik. Ini datang sebagai tanggapan protes rompi kuning kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif