UE Sebut Proteksionisme Timbulkan Ancaman bagi Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi (FOTO: AFP)
Brussels: Komisi Uni Eropa mengungkapkan bahwa pertumbuhan zona euro masih tetap kuat, tetapi memperingatkan eskalasi proteksionisme perdagangan menjadi ancaman bagi pertumbuhan ekonomi global. Tentu diharapkan Amerika Serikat (AS) tidak melancarkan pengenaan tarif yang tinggi karena berpeluang terjadinya perang dagang.

Menurut Prakiraan Ekonomi Musim Semi 2018, tingkat pertumbuhan untuk Uni Eropa dan kawasan euro mengalahkan ekspektasi pada 2017 untuk mencapai tertinggi 10 tahun pada 2,4 persen. Pertumbuhan baik di Uni Eropa dan zona euro diatur untuk tetap kuat di 2018 dan hanya sedikit pada 2019, dengan pertumbuhan masing-masing 2,3 persen dan 2,0 persen.

"Risiko terbesar untuk pandangan yang cerah ini adalah proteksionisme, yang tidak harus menjadi kondisi normal yang baru. Itu hanya akan merugikan warga negara kita yang paling perlu kita lindungi," kata Komisaris untuk Urusan Ekonomi dan Keuangan, Perpajakan dan Bea Cukai Pierre Moscovici, seperti dikutip dari CNBC, Jumat, 4 Mei 2018.



Moscovici menambahkan kombinasi sikap fiskal pro-siklikal dalam kebijakan perdagangan AS dan yang berwawasan ke dalam mewakili hubungan yang berbahaya dalam pandangan Uni Eropa. Stimulus fiskal akan meningkatkan pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga meningkatkan risiko ekonomi AS yang terlalu panas dan suku bunga dinaikkan lebih cepat.

Sebuah eskalasi proteksionisme perdagangan menyajikan risiko negatif yang tidak ambigu terhadap prospek ekonomi global. Tentu diharapkan sejumlah sentimen positif bisa terus berdatangan dan nantinya memberi efek terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi Uni Eropa.

"Materialisasi risiko ini dapat membuang ekspansi di luar jalur ekonomi Eropa yang baru-baru ini lebih bergantung pada investasi dan ekspor," ungkap Kepala Direktorat Jenderal Ekonomi dan Urusan Keuangan Marco Buti.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id