Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto : MI/Susanto.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto : MI/Susanto.

Sri Mulyani Pantau Dampak Ketegangan AS-Iran ke APBN

Ekonomi as-iran
Eko Nordiansyah • 07 Januari 2020 15:49
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku akan melihat dampak dari ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam beberapa waktu terakhir. Konflik kedua negara menyebabkan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat mengganggu produksi energi di wilayah tersebut.
 
Sri Mulyani menyebut, kondisi lingkungan global akan selalu menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satunya adalah dampak kenaikan harga minyak dunia ke APBN.
 
"Jadi kita selalu menjaga APBN, ya kita lakukan saja kita akan membuat skenario. Sama seperti waktu 2018 itu ada gejolak yang cukup tinggi, 2019 juga gejolak tinggi. Kita akan jaga," kata dia, dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah militer Amerika Serikat (AS) membunuh seorang Jenderal Iran, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari naik USD0,22 menjadi USD63,27 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Maret naik USD0,31 menjadi USD68,91 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan tensi di Timur Tengah memang menyebabkan harga minyak meningkat. Namun pemerintah akan melihat bagaimana pergerakan ke depannya, karena di APBN 2020 harga minyak diperkirakan USD65 per barel.
 
"Kita akan lihat terus, ini kan Januari baru tujuh hari, kita akan lihat bagaimana pergerakannya. Nanti dampaknya ke APBN kan tentu dipengaruhi variabel-variabel lain, seperti kurs kita bagaimana, kemudian lifting kita nanti seperti apa. Itu semuanya yang kita perhatikan terus," jelas dia.
 
Kemenkeu sendiri akan menyampaikan perkembangan dari pelaksanaan APBN setiap bulannya. Menurutnya, setiap kondisi akan menjadi perhatian dari pemerintah agar APBN tetap menjalankan tugas dan fungsinya sebagai instrumen menjaga perekonomian.
 
"Setiap bulannya kan ada (konferensi pers) APBN Kita. Nanti akan kita sampaikan berapa yang terkumpul, berapa pergerakan harga minyak, berapa lifting terakhir," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif