Gedung The Fed (FOTO: AFP)
Gedung The Fed (FOTO: AFP)

Ekonom: Fed Tidak Punya Pilihan Selain Pangkas Suku Bunga

Ekonomi ekonomi amerika the fed
Angga Bratadharma • 17 Agustus 2019 19:01
New York: Ekonom Mohamed El-Erian mengatakan Federal Reserve tidak punya pilihan selain memangkas suku bunga lagi pada pertemuan kebijakan September. El-Erian, yang juga Kepala Penasihat Ekonomi Allianz melihat jika Fed tidak memangkas suku bunga acuan maka berisiko mengganggu pasar saham secara terus menerus.
 
"Pasar akan mendorong the Fed untuk melakukan (pemangkasan suku bunga acuan sebanyak) 50 basis poin. Ada yang mengatakan, 'Mengapa tidak melakukan pemotongan darurat?' Bankir bank sentral disandera oleh pasar," ungkap El-Erian, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 17 Agustus 2019.
 
Adapun indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 800 poin pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Itu adalah kinerja terburuk di 2019. Sedangkan selisih antara imbal hasil surat utang Pemerintah AS bertenor 10 tahun dan dua tahun terbalik, menjadi sinyal yang diambil investor sebagai indikator resesi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Donald Trump sekali lagi menyalahkan the Fed karena memunculkan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi AS. Presiden Trump telah menyalahkan bank sentral AS atas penurunan sebelumnya di pasar saham dan telah berulang kali mendorong Ketua Fed Jerome Powell untuk menurunkan suku bunga acuan.
 
Pasar dana berjangka the Fed sekarang menunjukkan probabilitas 100 persen bahwa akan ada pemotongan suku bunga acuan kembali oleh Fed pada September, menurut CME FedWatch Tool. Bulan lalu, the Fed, seperti yang diharapkan, memangkas suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.
 
Tetapi El-Erian, mantan CEO dan co-CIO dari Pimco mengatakan, penurunan suku bunga datang dengan harga. "Semakin banyak yang dipotong, semakin sedikit dampaknya terhadap ekonomi, semakin sedikit dampaknya terhadap pasar dan semakin besar risiko mereka tidak memiliki amunisi ketika mereka benar-benar perlu memotong," tukasnya.
 
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Federal Reserve memangkas suku bunga acuan lebih besar dan mempercepat penurunan suku bunga. Trump menilai bank sentral AS perlu mengimbangi rekan-rekan globalnya yang secara perlahan mulai melonggarkan kebijakan moneternya.
 
"Mereka (the Fed) harus memotong suku bunga lebih besar dan lebih cepat, dan menghentikan pengetatan kuantitatif konyol mereka SEKARANG," tegas Trump, dalam serangkaian cuitannya di Twitter.
 
Seruan tersebut datang seiring dengan imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang jatuh, baik untuk jangka waktu tiga bulan maupun 10 tahun. Bahkan, permintaan Trump datang tepat ketika ekonomi AS sedang menuju ke krisis keuangan. Tentu ada harapan agar krisis keuangan itu tidak benar-benar terjadi.
 
Trump telah menjadi kritikus Fed yang gigih meskipun menyetujui penurunan suku bunga seperempat poin pada pertemuannya seminggu yang lalu. Sedangkan pasar keuangan dan pasar saham mengharapkan pemangkasan lain pada pertemuan September, lalu satu atau bahkan dua lagi sebelum akhir tahun.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif