Presiden Amerika Serikat Donald Trump (FOTO: AFP)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (FOTO: AFP)

Trump Ingin Dolar AS Lebih Melemah

Ekonomi ekonomi amerika dolar as
Antara • 19 Juli 2019 10:31
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin dolar Amerika Serikat (USD) yang lebih murah. Dia mengatakan di awal bulan ini Amerika Serikat harus menyamai apa yang diakukan negara-negara lain terkait melemahkan mata uang mereka. Hal itu lantaran Trump menilai AS mendapat perdagangan yang tidak adil.
 
Komentarnya telah mendorong spekulasi bahwa Presiden dapat memerintahkan penjualan dolar AS, yang mendekati level tertinggi selama multidekade. Menurut Dana Moneter Internasional (IMF) penjualan itu setidaknya enam persen lebih kuat dari yang dijamin oleh fundamental ekonomi.
 
"Kondisi-kondisi ini tampaknya semakin menguntungkan bagi Pemerintah AS untuk intervensi terhadap persepsi berlebihan (dolar)," kata ekonom Citi, seperti dikutip dari Antara, dalam sebuah catatan, Jumat, 19 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Trump telah berulang kali menentang Federal Reserve menaikkan suku bunga dan mengeluh bahwa suku bunga yang lebih tinggi menahan pertumbuhan ekonomi AS. Akan tetapi, suku bunga yang lebih rendah tidak mungkin melemahkan dolar ke tingkat yang diinginkan Trump.
 
Dolar yang lebih lemah dapat membantu bisnis AS bersaing secara global dengan membuat ekspor lebih murah, meningkatkan ekonomi, dan berpotensi membantu upaya Trump untuk terpilih kembali sebagai Presiden pada 2020.
 
Tetapi intervensi mata uang dapat memicu tekanan kembali dari negara lain, membahayakan status dolar sebagai mata uang cadangan dunia dan mengatasi gejolak pasar. Juga tidak jelas Pemerintah Trump dapat melemahkan USD secara signifikan tanpa bantuan dari bank sentral AS, yang beroperasi secara independen, atau kekuatan baru dari Kongres.
 
Trump berbicara menurunkan USD -langkah yang tidak biasa bagi seorang Presiden AS- telah efektif, meskipun kurang begitu terjadi baru-baru ini. Untuk melemahkannya lebih lanjut, Departemen Keuangan AS dapat menjual greenback dan membeli mata uang asing, menggunakan USD yang disimpannya sebagai cadangan.
 
Cadangan sebesar UDD126 miliar diparkir di Exchange Stabilization Fund (ESF). Tetapi jika tindakan sepihak Washington memicu perang mata uang, itu mungkin tidak cukup senjata untuk menang. "Ada banyak dana lindung nilai yang memiliki pengaruh lebih dari itu," kata Ekonom Capital Economics Paul Ashworth.
 
Sebagai perbandingan, Tiongkok memiliki cadangan USD3,1 triliun. Sekitar USD5 triliun diperdagangkan di pasar mata uang dunia setiap hari. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan ESF dimaksudkan meminimalkan tekanan di pasar mata uang, indikasi yang mungkin Washington tidak melihatnya sebagai cara merekayasa pelemahan USD yang berkelanjutan.
 
"Kami selalu melihat dana apa yang dapat digunakan untuk berbagai alternatif, tetapi sampai sekarang tidak ada perubahan kebijakan," katanya. Seorang juru bicara Departemen Keuangan menambahkan bahwa kebijakan keseluruhan departemen tentang dolar AS tidak berubah.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif