Presiden Tiongkok Xi Jinping bersama dengan Presiden AS Donald Trump. Nicolas Asfouri/AFP/Getty Images
Presiden Tiongkok Xi Jinping bersama dengan Presiden AS Donald Trump. Nicolas Asfouri/AFP/Getty Images

Trump Disebut Tidak Perlu Beijing untuk Dipilih Kembali

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china
Angga Bratadharma • 07 September 2019 12:01
New York: Direktur Dewan Bisnis Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok Anna Ashton menilai Presiden AS Donald Trump tidak membutuhkan kesepakatan dagang dengan Beijing untuk dipilih kembali dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020. Tidak ditampik, kesepakatan dagang sejauh ini belum tercapai antara Washington dan Beijing.
 
"Selama perang dagang yang sedang kita hadapi saat ini tidak memiliki dampak pada ekonomi AS maka mungkin cukup (aman untuk Trump kembali terpilih)," kata Ashton, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 7 September 2019.
 
Namun, tarif baru yang mulai berlaku di awal September ini bukan tidak mungkin bakal memukul setiap produk yang dibeli oleh orang Amerika. AS dan Tiongkok telah meningkatkan tarif miliaran dolar terhadap barang satu sama lain sejak tahun lalu, dan putaran pungutan terbaru dimulai pada Minggu, 1 September.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara global, pertarungan perdagangan telah mengguncang pasar investasi dan mengurangi prospek pertumbuhan ekonomi dunia. Di dalam negeri, bisnis Amerika mulai dari petani, produsen, hingga perusahaan teknologi telah dirugikan oleh tarif dan mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dari eskalasi lebih lanjut.
 
"Saya mengalami kesulitan membayangkan bahwa kita akan sampai pada pemilihan 2020 tanpa melihat dampak yang signifikan (terhadap perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok)," kata Ashton.
 
Ashton mengatakan Tiongkok tampaknya menunjukkan beberapa pengekangan dalam menghadapi provokasi AS dan itu sepertinya hal yang positif. Namun, dia menambahkan, penangguhan hukuman itu mungkin hanya sementara. Bukan tidak mungkin kondisi ini bakal memperparah perang dagang yang sedang terjadi.
 
"Setelah pembalasan dilanjutkan, saya pikir kita hanya akan melihat lebih banyak risiko tinggi dari sisi AS dan ini bisa terus, dan terus, dan terus bertambah buruk," tegasnya.
 
Mengenai pemberlakuan tarif baru, Ashton mengatakan kedua negara benar-benar membuat situasi dan kondisi lebih sulit. Bahkan, hal tersebut akan membuat pembahasan kesepakatan dagang tidak mudah, seperti membahas perlindungan kekayaan intelektual dan transfer teknologi paksa.
 
"Saya tidak berpikir bahwa kita perlu berharap bahwa pemerintahan yang berbeda akan sangat bergantung pada tarif. Saya tidak akan berharap bahwa pemerintahan yang berbeda, pemerintahan Demokrat akan mengambil pendekatan yang sama," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif