Arab Saudi Serukan Pemangkasan Produksi Minyak Dunia

Angga Bratadharma 13 November 2018 11:32 WIB
arab saudiminyak mentahopec
Arab Saudi Serukan Pemangkasan Produksi Minyak Dunia
Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih (AFP/KARIM SAHIB)
Abu Dhabi: Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih menyerukan pengurangan produksi global sebesar satu juta barel per hari untuk menyeimbangkan kembali pasar. Pernyataan itu sejalan dengan keputusan Riyadh yang rencana untuk memangkas produksi sebesar 500 ribu barel per hari dari Desember.

"Analisis teknis yang kami tinjau kemarin menunjukkan bahwa kami memerlukan pengurangan produksi minyak mendekati satu juta barel per hari untuk menyeimbangkan pasar," kata Khalid al-Falih, dalam sebuah konferensi energi, di Abu Dhabi, seperti dikutip dari AFP, Selasa, 13 November 2018.

Pengurangan produksi minyak yang diusulkan dari tingkat produksi Oktober. Rusia, produsen utama lainnya, memiliki nada yang lebih terukur, dengan mengambil posisi atau pendekatan menunggu dan melihat situasi dan kondisi dari pasar minyak di dunia.

"Saya tidak ingin fokus hanya pada pemotongan produksi. Ini bukan tujuan akhir untuk memotong atau tidak memotong. Saya pikir kita harus menunggu dan melihat bagaimana pasar berlangsung karena tujuan utama kami adalah stabilitas pasar," kata Menteri Energi Rusia Alexander Novak.

Harga minyak dunia telah merosot seperlima dari nilainya selama sebulan terakhir karena kelebihan pasokan dan adanya tanda-tanda dampak yang lebih lembut dari perkiraan dari sanksi terhadap ekspor minyak mentah Iran. Namun minyak naik pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena Riyadh mengumumkan rencana untuk memangkas produksi.

Keputusan itu diambil Arab Saudi sebagai tanggapan terhadap kekhawatiran kelebihan pasokan. Falih mengatakan Arab Saudi, pemasok minyak terbesar dunia, akan memangkas produksinya sebesar 500 ribu bpd pada Desember untuk membantu menstabilkan pasar.

Adapun 15 anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), termasuk Arab Saudi, telah memompa lebih dari sepertiga dari pasokan minyak mentah global. "Setiap keputusan resmi mengenai pengurangan produksi global akan dilakukan pada pertemuan tingkat menteri kunci untuk produsen OPEC dan non-OPEC di Wina pada awal Desember," kata Falih.

Produsen minyak akan terus mengevaluasi data pasar sebelum KTT Wina. "Tetapi jika kita perlu memangkas produksi sebesar satu juta bph, kita akan lakukan," tegas Falih.

Menteri Energi UEA Suhail al-Mazrouei mengatakan menyeimbangkan pasar akan membutuhkan perubahan dalam strategi produsen. "Kami tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap penurunan harga," kata Mazrouei seraya menambahkan bahwa minyak mentah adalah pasar yang dinamis.



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id