Inggris dan Uni Eropa Capai Kesepakatan Brexit
Perdana Menteri Inggris Theresa May (Frantzesco Kangaris/AFP)
London: Perdana Menteri Inggris Theresa May telah mencapai kesepakatan tentatif dengan Uni Eropa yang akan memberi perusahaan jasa keuangan Inggris bisa terus mengakses ke pasar Eropa setelah Brexit, The Times melaporkan. Diharapkan kesepakatan ini menekan sejumlah risiko yang bisa muncul kapan saja usai Brexit.

Negosiator Inggris dan Eropa telah mencapai kesepakatan tentatif tentang semua aspek kemitraan di masa depan pada layanan, dan pertukaran data, surat kabar Inggris melaporkan, mengutip sumber-sumber pemerintah, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 3 November 2018.

Kesepakatan layanan akan memberikan perusahaan Inggris akses ke pasar Eropa selama regulasi keuangan Inggris tetap selaras dengan Uni Eropa, lapor Times. Sedangkan poundsterling Inggris melonjak sebanyak 0,5 persen terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menyusul laporan itu.

Sejumlah bank yang beroperasi di Inggris harus mereorganisasi operasi mereka terkait keberangkatan Inggris dari Uni Eropa, yang akan berlangsung pada Maret tahun depan. Banyak yang telah membangun pusat Eropa baru dan mulai memindahkan operasi, eksekutif senior, dan staf untuk memastikan mereka dapat terus melayani klien kontinental mereka.



Tentunya hal itu dilakukan jika Inggris meninggalkan blok tanpa kesepakatan. Menurut laporan Times, Uni Eropa akan menerima bahwa Inggris memiliki peraturan setara ke Brussels, dan perusahaan jasa keuangan Inggris akan diizinkan beroperasi seperti yang sekarang dilakukan di Eropa.

Para pejabat Uni Eropa telah mengatakan bahwa sistem akses pasar keuangan Uni Eropa, yang dikenal sebagai kesetaraan, di mana Brussels memberikan akses ke bank asing dan asuransi jika aturan rumah mereka bertemu dengan blok itu, mungkin adalah taruhan terbaik bagi Inggris.

Berdasarkan kesepakatan baru, kesetaraan akan diperpanjang dan jatuh di bawah pemerintahan perjanjian perdagangan yang lebih luas, memungkinkan Uni Eropa dan Inggris untuk mengubah atau mengatur peraturan keuangan baru setelah berkonsultasi satu sama lain sebelumnya, kata Times.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id