Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Dampak 737 MAX, Boeing Rugi USD3 Miliar

Ekonomi boeing
Antara • 25 Juli 2019 11:01
San Francisco: Produsen pesawat terbang utama AS, Boeing Company, melaporkan perusahaan membukukan kerugian sekitar USD3 miliar dalam perolehan labanya untuk kuartal kedua 2019 sebagai akibat dari larangan terbang global terhadap pesawat 737 MAX.
 
Boeing mengatakan pendapatan triwulanannya menukik 35 persen mencapai USD15,8 miliar dibandingkan dengan USD24 miliar pada periode yang sama tahun lalu, karena jet terlarisnya 737 MAX tetap dilarang terbang secara global sejak pertengahan Maret tahun ini menyusul dua kecelakaan mematikan yang menewaskan 346 orang di Indonesia dan Ethiopia.
 
Mengutip Antara, Kamis, 25 Juli 2019, perusahaan itu mengatakan pendapatan kuartal kedua USD15,8 miliar dan kerugian GAPP USD5,21 per saham mencerminkan biaya 737 MAX yang diumumkan sebelumnya, yang memangkas pendapatan USD5,6 miliar dan laba USD8,74 per saham.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Boeing mengatakan pekan lalu bahwa akan diperlukan USD4,9 miliar dalam biaya setelah pajak untuk menutup kemungkinan kompensasi bagi maskapai yang telah membatalkan ribuan penerbangan jet 737 MAX, dua di antaranya yang jatuh di Indonesia pada Oktober tahun lalu dan di Ethiopia pada Maret tahun ini.
 
Menurut Boeing hilangnya pendapatan kuartal kedua sebagian dibantu oleh pendapatan operasi yang lebih baik dari bisnis pertahanan, luar angkasa, keamanan dan layanan, yang meningkat 159 persen hingga mencapai USD975 juta dibandingkan dengan USD376 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Sektor pertahanan perusahaan menghasilkan pendapatan USD6,6 miliar untuk kuartal tersebut, naik delapan persen dari angka USD6,1 miliar pada periode sama 2018. Sementara itu, sektor komersial Boeing hanya menghasilkan USD4,7 miliar dalam pendapatan untuk kuartal kedua, turun tajam 66 persen dari USD13,95 miliar yang diraih pada periode yang sama tahun lalu.
 
Boeing mengirimkan 90 pesawat komersial untuk kuartal kedua, turun 54 persen dibandingkan dengan angka 194 pada periode yang sama 2018, dan perusahaan tidak melakukan pengiriman pesawat 737 MAX untuk kuartal ini.
 
CEO Boeing Dennis Muilenburg mengatakan perusahaan akan mempertimbangkan untuk mengurangi produksi 737 MAX ke level di bawah tingkat saat ini 42 pesawat per bulan, atau untuk sementara menangguhkan produksi jika layanan operasi pesawat ditunda lebih lanjut.
 
Boeing mengumumkan pada April bahwa produksi bulanan 737 MAX berkurang dari tingkat 52 menjadi 42 pesawat setelah kecelakaan udara kedua di Ethiopia. Boeing mengatakan pedoman 2019 sebelumnya tidak mencerminkan dampak dari larangan terbang 737 MAX dan pedoman baru akan dikeluarkan di waktu mendatang.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif